Dari Pancoran untuk Indonesia!, Bukber KKSS Satukan Tokoh, PMBIE Gaungkan Pemimpin Amanah?


Sambar.id, Jakarta —
Semangat kebersamaan dan nilai spiritual Ramadhan terasa kuat dalam kegiatan Gema Ramadhan 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan di kediaman Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan buka puasa bersama tersebut menjadi momentum penting mempererat silaturahmi keluarga besar warga Sulawesi Selatan di perantauan, sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan di bulan suci Ramadhan.

Berdasarkan surat resmi Panitia Pelaksana Gema Ramadhan BPP KKSS Nomor 003/A/PP-GEMA-RMD/BPP-KKSS/II/2026 tertanggal 27 Februari 2026, kegiatan ini dihadiri berbagai unsur organisasi pilar KKSS, Badan Otonom, serta perwakilan Badan Pengurus Wilayah dari DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Banten.

Ketua Panitia Drs. H. Jaya Lupu, M.M bersama Sekretaris Panitia Dr. Agung Sunusi, S.P., M.P. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat persaudaraan sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Momentum Ramadhan ini diharapkan menjadi sarana memperkuat ukhuwah serta mempererat hubungan kekeluargaan warga Sulawesi Selatan di berbagai daerah,” demikian pesan yang disampaikan panitia.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari jajaran pengurus pusat KKSS, di antaranya Ketua Harian BPP KKSS Prof. Dr. Ir. H. Andi Muhammad Syakir, MS serta Sekretaris Jenderal BPP KKSS H. Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si.

Selain buka puasa bersama, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan Kitab Suci Al-Qur’an kepada anak-anak yatim dan para tamu undangan sebagai simbol penguatan nilai-nilai spiritual serta pengingat pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

PMBIE Serukan Kepemimpinan Amanah
Momentum tersebut juga mendapat perhatian dari organisasi kepemudaan Persatuan Muda Berkarya Indonesia Emas (PMBIE).

Ketua PMBIE Irmawati menyampaikan apresiasi atas kepedulian Menteri Pertanian yang dinilai memberikan teladan kepemimpinan dengan memadukan kerja nyata dan nilai-nilai dakwah Islam.

Menurut Irmawati, pemberian Al-Qur’an kepada anak-anak yatim bukan hanya simbol kegiatan Ramadhan, tetapi juga pesan moral bagi generasi muda agar kembali mendekatkan diri kepada ajaran Al-Qur’an.

“Generasi muda harus kembali membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Di tengah derasnya arus media sosial, nilai agama menjadi benteng utama bagi masa depan bangsa,” ujar Irmawati.

Ia juga menyoroti tantangan serius yang dihadapi generasi muda, mulai dari maraknya konten negatif di media sosial, kecanduan gim digital, hingga fenomena judi online yang dinilai dapat merusak masa depan anak-anak bangsa.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pemimpin bangsa agar pendidikan akidah, akhlak, serta ilmu Al-Qur’an kembali diperkuat di tengah masyarakat.

Harapan Masyarakat untuk Indonesia

Dalam berbagai dialog yang berlangsung selama kegiatan buka puasa bersama, Irmawati menyampaikan bahwa banyak masyarakat berharap Indonesia dipimpin oleh sosok pemimpin yang amanah, jujur, serta berpihak kepada rakyat.

Harapan itu mencakup kepemimpinan yang mampu menjaga kesejahteraan petani, menstabilkan harga pangan, membuka lapangan kerja, serta membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.

“Bangsa ini membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga memiliki integritas, iman, dan kepedulian kepada rakyat kecil,” tegasnya.

Kegiatan Gema Ramadhan tersebut ditutup dengan doa bersama serta sesi foto bersama para tamu undangan, termasuk anak-anak yatim yang tampak bahagia menerima Al-Qur’an sebagai hadiah Ramadhan.

Dari Pancoran, semangat persatuan, keimanan, dan harapan akan kepemimpinan yang amanah kembali digaungkan sebagai bagian dari ikhtiar bersama menuju Indonesia yang lebih adil, bermartabat, dan berkemajuan. (*)
Lebih baru Lebih lama