Sambar.id, Makassar, Sulsel - Pesawat udara jenis ATR 400 dilaporkan hilang kontak saat melintas di wilayah udara Provinsi Sulawesi Selatan. Menyikapi kejadian tersebut, Komando Daerah TNI Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) bergerak cepat dengan menyiagakan Tim SAR laut dan darat di Markas Komando (Mako) Kodaeral VI, Sabtu (17/1/2026).
KRI Marlin-877, kapal perang jajaran Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral VI, telah disiagakan untuk memaksimalkan upaya pencarian di perairan Makassar dan sekitarnya. Selain itu, Kodaeral VI juga menyiapkan unsur pasukan darat untuk mendukung kegiatan pencarian dan pertolongan (SAR) di wilayah daratan.
Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut VI (Dankodaeral VI), Laksamana Muda (Laksda) TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., menyampaikan bahwa tim SAR gabungan laut dan darat Kodaeral VI telah siap dan dapat dikerahkan sewaktu-waktu menuju titik-titik yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat.
"Hingga saat ini, KRI Marlin-877 bersama Tim SAR darat Kodaeral VI berada dalam status siaga penuh dan standby 24 jam di Mako Kodaeral VI untuk mendukung pencarian pesawat yang hilang kontak beserta para korban,” ujar Dankodaeral VI.
Dalam suasana siaga tersebut, Dankodaeral VI juga memberikan arahan kepada kru KRI Marlin-877 dan Tim SAR Kodaeral VI agar senantiasa menjaga koordinasi yang solid antara unsur SAR laut dan darat, serta dengan unsur SAR gabungan lainnya, seperti Basarnas, TNI AU, Polri, dan instansi terkait.
Sebagai informasi, pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, diketahui membawa 8 kru dan 3 penumpang. Hingga saat ini, keberadaan pesawat tersebut masih belum diketahui dan proses pencarian oleh tim SAR gabungan masih terus berlangsung.
#TNIAL #KodaeralVI








