SAMBAR.ID, Banggai, Sulteng - Gelombang protes menyasar manajemen JOB Tomori Sulawesi. Sekelompok pemuda dari Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, menggelar aksi demonstrasi damai di pertigaan jalan Senoro, Desa Paisubuloli, Senin (5/1/2026) pagi.
Massa menuding Divisi Relations JOB Tomori tidak transparan dan sengaja membatasi akses lapangan kerja bagi warga lokal di proyek migas tersebut.
Lima Tuntutan Utama Massa
Dalam aksi tersebut, para demonstran membentangkan spanduk besar yang memuat lima poin tuntutan krusial:
Tolak subkontraktor bermasalah masuk ke lingkungan JOB Tomori.
Sanksi tegas karyawan yang terlibat dalam praktik perekrutan tenaga kerja ilegal.
Desak PT Tripatra melakukan sosialisasi rekrutmen secara terbuka dan transparan.
Wajibkan PT Tripatra merekrut tenaga kerja secara langsung tanpa melalui subkontraktor tambahan.
Evaluasi PT Radiant (pengganti PT Iconis) yang diduga merekrut karyawan dari luar wilayah Batui Selatan secara tertutup.
Dugaan Diskriminasi dan Rekrutmen "Senyap"
Kekecewaan warga memuncak dipicu oleh adanya dugaan diskriminasi terhadap tenaga ahli lokal. Salah satu orang tua warga setempat mengungkapkan kekecewaannya setelah anaknya yang merupakan sarjana teknik migas lulusan Balikpapan tahun 2024, justru gagal direkrut oleh PT Radiant.
"Anak saya punya sertifikat lengkap, tapi yang tidak berkualifikasi justru masuk duluan. Ini diskriminasi nyata," ungkapnya kepada awak media,Senin siang (05/1/2025).
Selain itu, warga menyoroti pergerakan subkontraktor PT Tripatra, yakni PT MPS dan PT BES. Meski sudah beroperasi selama dua bulan, perusahaan tersebut dituding membawa karyawan dari luar tanpa adanya sosialisasi kepada masyarakat lingkar tambang.
"Strategi Divisi Relations JOB Tomori jelas nol transparansi. Mereka diduga mengatur skema agar warga lokal tersingkir," tegas salah satu koordinator aksi.
Menunggu Respons Manajemen
Aksi yang berlangsung di jalur menuju area Central Processing Plant (CPP) ini berjalan tertib, namun massa mengancam akan terus mengawal isu ini hingga ada perubahan nyata.
Warga berharap proyek vital nasional ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat, bukan hanya menjadi penonton di tanah sendiri.
Hingga berita ini diturunkan, pihak JOB Tomori maupun Divisi Relations terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai tuntutan para pemuda Batui Selatan tersebut.**/Tim









