KODAM XXIII/PALAKA WIRA Gelar Upacara Gelar Ops Gaktib dan Operasi Yustisi TA 2026 yang dipimpin oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) XXIII/Palaka Wira, Brigjen TNI Agus Sasmita, S.I.P./F-pendam23
SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Kodam XXIII/Palaka Wira menggelar Upacara Gelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) XXIII/Palaka Wira, Brigjen TNI Agus Sasmita, S.I.P., bertempat di Lapangan Makodam XXIII/Palaka Wira, Jumat (13/2/2026).
Upacara yang mengusung tema “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju” tersebut berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah, pejabat TNI-Polri, instansi terkait, serta seluruh peserta upacara Opsgaktib dan Operasi Yustisi.
Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan Kasdam, disampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan disiplin, kepatuhan hukum, serta profesionalisme prajurit dan PNS TNI.
Operasi ini harus terus dikembangkan melalui pendekatan edukatif sebagai langkah pencegahan sekaligus penyelesaian pelanggaran hukum di lingkungan TNI.
Tema tahun ini menjadi pedoman dan komitmen seluruh prajurit dalam melaksanakan tugas, menjaga kehormatan diri, satuan, serta institusi TNI.
Berdasarkan laporan pelaksanaan operasi tahun 2025, terjadi penurunan jumlah pelanggaran dibandingkan tahun 2024. Operasi Gaktib menurun dari 456 pelanggaran menjadi 432 pelanggaran atau turun 5,62 persen.
Sementara itu, Operasi Yustisi menurun dari 925 perkara menjadi 549 perkara atau turun 40,64 persen. Capaian ini menunjukkan kemajuan signifikan, namun tetap memerlukan konsistensi dan peningkatan pembinaan disiplin serta penegakan hukum.
Dalam amanat tersebut juga ditekankan kepada seluruh prajurit Polisi Militer agar terus meningkatkan kemampuan seiring perkembangan teknologi, termasuk dalam pencegahan dan penindakan kejahatan siber serta penyalahgunaan media sosial yang dapat merusak citra TNI.
Modernisasi sarana dan prasarana teknologi informasi harus dioptimalkan guna mempercepat proses penanganan perkara pidana secara profesional dan transparan.
Selain kecerdasan intelektual, prajurit Polisi Militer juga dituntut memiliki mental ideologi yang kuat dan pemahaman hukum yang luas. Sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya harus terus diperkuat guna menghindari gesekan di lapangan serta meningkatkan efektivitas penegakan hukum.
Sebagai penekanan, Panglima TNI mengingatkan kepada seluruh prajurit Polisi Militer agar:
*Bekerja dengan niat ibadah, loyal, tulus, dan ikhlas dalam ridho Tuhan Yang Maha Esa.
*Memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI guna mewujudkan profesionalisme.
*Responsif terhadap perkembangan situasi melalui deteksi dini, cegah dini, dan reaksi cepat.
*.Solid, kompak, integratif, dan sinergis bersama seluruh komponen bangsa tanpa tindakan arogansi serta selalu menjaga kepercayaan rakyat.
*Kreatif dan inovatif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi guna mendukung modernisasi kekuatan TNI.
*Adaptif dan fleksibel dalam pelaksanaan tugas dengan mengoptimalkan pembinaan teknis di tengah masyarakat.
Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Komandan Pusat Polisi Militer TNI, para Komandan Polisi Militer Angkatan, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi Tahun Anggaran 2026.
Melalui pelaksanaan operasi ini, Kodam XXIII/Palaka Wira menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergitas aparat, meningkatkan disiplin prajurit, serta menjaga kepercayaan masyarakat demi terwujudnya TNI yang profesional, taat hukum, dan dicintai.**
Source : Pendam23/Palaka Wira










