SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu secara resmi memulai Operasi Siaga SAR Khusus Lebaran Tahun 2026. Peresmian ini ditandai dengan pelaksanaan Apel Pembukaan yang dipimpin langsung di halaman Kantor Basarnas Palu pada Jumat pagi.
Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan masyarakat di tengah tingginya mobilitas penduduk selama periode arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Jum'at (13/3/2026).
Fokus Utama: Peningkatan Kualitas dan Target Zero Accident
Dalam apel tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu membacakan amanat tertulis dari Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pusat.
Pesan utama yang ditekankan adalah transformasi layanan SAR dari sekadar rutinitas menjadi operasi yang lebih responsif dan berkualitas tinggi.
"Siaga SAR Khusus Lebaran merupakan agenda rutin tahunan. Namun, agenda ini tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial semata. Kita harus terus meningkatkan kualitas pelayanan dan mengupayakan tercapainya zero accident. Tantangan dan dinamika lapangan setiap tahunnya selalu berubah, sehingga kesiapsiagaan kita tidak boleh monoton," tegas kutipan sambutan tersebut.
Pihak Basarnas menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperketat pengawasan di titik-titik rawan kecelakaan, baik di jalur darat, laut, maupun udara. Sinergitas antarlembaga dan pelibatan potensi SAR dari masyarakat juga menjadi poin krusial yang ditekankan untuk mempercepat response time.
Sebaran Personel dan Titik Pantau Strategis
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H., mengungkapkan bahwa kekuatan penuh akan dikerahkan selama masa siaga ini. Sebanyak 114 personel terlatih telah disiapkan dan disebar ke berbagai wilayah kerja di Sulawesi Tengah.
Distribusi Personel: Mencakup Kantor Pusat Basarnas Palu, sejumlah Pos SAR, serta Unit Siaga SAR yang tersebar di wilayah strategis.
Titik Prioritas: Pengawasan ketat akan difokuskan pada:
Transportasi Udara: Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu.
Transportasi Laut: Pelabuhan Pantoloan dan pelabuhan penyeberangan lainnya.
Transportasi Darat: Terminal antarkota dan jalur utama Trans Sulawesi yang dikenal memiliki kerawanan tinggi.
"Seluruh personel akan melakukan patroli bergerak (mobile) maupun menetap di posko terpadu untuk memastikan kehadiran negara saat masyarakat membutuhkan pertolongan darurat," tambah Rizal.
Durasi Operasi dan Imbauan Keselamatan
Operasi Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 ini dijadwalkan berlangsung selama 18 hari, terhitung mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Durasi ini mencakup puncak arus mudik hingga berakhirnya arus balik, guna memberikan rasa aman bagi para pemudik.
Selain kesiapan teknis, Muh. Rizal juga menitipkan pesan penting bagi para pengguna jalan dan pemudik:
Kondisi Fisik: Pastikan pengemudi dalam keadaan prima dan tidak memaksakan diri saat lelah.
Kelaikan Kendaraan: Memeriksa secara detail kondisi kendaraan sebelum memulai perjalanan jauh.
Kepatuhan Aturan: Menghormati rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan. Mari kita ciptakan suasana mudik yang ceria namun tetap waspada, demi kelancaran dan keselamatan kita bersama hingga sampai di tujuan," pungkasnya.***







.jpg)





