SAMBAR. ID//PASURUAN - nama jurnalis Irawan dari Teropong Indonesia mendadak menjadi sorotan setelah pemberitaan viral yang dinilai tidak akurat. Namanya dicatut dalam berita, padahal ia bukan penulisnya sama sekali.
Irawan angkat suara dengan tegas. Berita kontroversial dibuat oleh oknum berinisial JV dari media yang sama. Ia mempertanyakan pencatutan namanya karena menimbulkan kesalahpahaman serius. "Nama saya dicantumkan tanpa dasar. Saya bukan penulis berita, dan hal ini menyangkut integritas profesi yang harus diluruskan," ujarnya.
Pernyataan tersebut bukan sekadar klarifikasi, tetapi seruan agar publik memahami fakta.
Pemberitaan tanpa verifikasi membawa dampak serius pada reputasi Irawan.
Rekan-rekan jurnalis bersatu memberikan dukungan kepada Irawan dan menekankan pentingnya memeriksa fakta sebelum menyebarkan berita. Seorang kolega menegaskan, "Irawan profesional. Menyebarkan berita tanpa verifikasi tidak hanya merugikan dia, tapi juga menurunkan kepercayaan publik pada media."
Kasus ini menjadi pengingat bahwa berita palsu dapat menghancurkan nama baik seseorang dalam hitungan jam. Irawan berharap semua pihak selalu memeriksa fakta, jangan sembarangan menuding, dan menjaga integritas jurnalistik.
Jurnalis bisa menjadi korban hoax. Publik, media, dan jurnalis harus bekerja sama memastikan setiap berita akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, agar kepercayaan masyarakat pada media tetap terjaga.
(Tim)






.jpg)



