SAMBAR.ID, SAMARiNDA Kalimantan Timur – Sektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur menunjukkan potensi strategis untuk menjadi motor ekonomi nasional sekaligus menembus pasar global. Hal ini ditegaskan Ketua DPP Forum Pengusaha Kelapa Sawit (FPKS) Kalimantan Timur, Asbudi, S.T., M.M., dalam momentum Persaudaraan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) yang mengusung temu bisnis lintas sektor.
Menurut Asbudi, keunggulan Kalimantan Timur tidak hanya terletak pada luasnya lahan perkebunan dan posisi geografis yang dekat jalur ekspor, tetapi juga dukungan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang akan mempercepat pertumbuhan infrastruktur dan ekonomi regional.
“Jika kopi Sulawesi Selatan bisa diangkat melalui forum temu bisnis seperti PSBM, maka sawit Kalimantan Timur memiliki peluang jauh lebih besar untuk dikembangkan ke pasar global,” tegasnya.
Fokus pada Manajemen dan Sumber Daya Manusia (SDM)
FPKS menekankan bahwa tantangan utama bukan lagi ketersediaan lahan, melainkan kualitas pengelolaan dan SDM. Penerapan Best Management Practices (BMP) menjadi kunci utama peningkatan produktivitas dan efisiensi kebun. Beberapa strategi yang didorong antara lain:
Penempatan tenaga kerja lokal untuk meningkatkan kontrol operasional
Peningkatan disiplin kerja dan pengawasan internal
Penyediaan fasilitas dan kesejahteraan pekerja sesuai regulasi Ketenagakerjaan, UU No. 13 Tahun 2003
“Kalau SDM kuat dan sistem berjalan, produksi pasti naik dan kebun menjadi lebih efisien,” tambah Asbudi.
Dorong Hilirisasi, Tingkatkan Nilai Tambah
FPKS menekankan pentingnya hilirisasi industri sawit agar nilai tambah tidak keluar daerah. Selama ini, sebagian besar produk sawit masih dijual dalam bentuk Tandan Buah Segar (TBS) atau Crude Palm Oil (CPO).
Langkah pengembangan yang disiapkan:
Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berstandar nasional dan internasional
Industri minyak goreng dan produk turunan, termasuk biodiesel dan oleokimia sesuai regulasi Permen ESDM No. 12 Tahun 2022 tentang Pemanfaatan Energi Nabati
Peningkatan produksi produk bernilai tambah untuk mendukung lapangan kerja lokal
Perkuat Kemitraan dan Akses Investasi
FPKS mendorong pola kemitraan yang sehat antara perusahaan dan petani agar petani menjadi bagian dari rantai pasok berkelanjutan. Forum PSBM juga menjadi ajang strategis menarik investor dengan pendekatan bisnis profesional dan terukur.
“Kaltim siap menerima investasi yang sesuai UU Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020 dan peraturan pelaksanaannya, sehingga potensi sawit tidak hanya di atas kertas tetapi juga nyata di lapangan,” tegas Asbudi.
Komitmen pada Keberlanjutan
Dalam menghadapi pasar global, aspek keberlanjutan menjadi perhatian utama. FPKS memastikan pengelolaan sawit mematuhi prinsip lingkungan hidup dan regulasi, termasuk:
UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH)
RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) sebagai standar internasional
Praktik pertanian berkelanjutan dan audit lingkungan berkala
Menuju Pusat Sawit Berkelas Dunia
Dengan sinergi pelaku usaha, pemerintah, dan investor, Kalimantan Timur diyakini mampu menjadi pusat industri sawit berkelas dunia. FPKS berkomitmen mendorong penguatan sektor ini melalui strategi realistis, terukur, dan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.
“Siapa yang mampu mengelola sawit dengan baik, dialah yang akan menguasai masa depan ekonomi daerah,” tutup Asbudi. (Ak)






.jpg)



