SAMBAR.ID | SUKABUMI – Tak hanya pesona pasir putih dan ombak yang memikat, Pantai Sukawayana (atau lebih dikenal sebagai Pantai Kadaka) di kawasan Pantai Muara Sukawayana, area Samudra Beach Hotel (SBH), menunjukkan wajah lain sebagai destinasi wisata religi yang diminati. Selama liburan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah, tempat ini berhasil menarik hingga 25.000 pengunjung dari H+1 hingga H+6, angka yang meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Keistimewaan Pantai Sukawayana tidak hanya terletak pada pesona alamnya, tetapi juga pada hubungan sejarahnya dengan Prabu Siliwangi yang membuatnya menjadi tujuan wisata religi bagi banyak orang. Bahkan di bulan Maulud dan Muharram khususnya, kawasan ini berubah menjadi tempat sakral untuk melakukan ritual tradisional yang dikenal dengan sebutan "Ngabungbang", menarik pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia – bahkan ada yang datang dari luar Jawa.
Selain suasana yang nyaman dan terawat, kawasan Pantai Muara Sukawayana juga menyediakan fasilitas pendukung yang memadai. Lahan parkir yang sangat luas mampu menampung sekitar 200 kendaraan roda empat serta kendaraan roda dua, menjawab kebutuhan pengunjung yang datang dengan berbagai moda transportasi.
"Kami sangat senang karena antusiasme masyarakat terhadap Pantai Kadaka Sukawayana terus meningkat. Tidak hanya untuk berlibur, tapi juga untuk menjalankan aktivitas keagamaan dan merenungkan sejarah," ujar Dadan, petugas Hotel SBH yang bertugas di kawasan objek wisata tersebut.
Dadan juga mengungkapkan bahwa kelancaran dan keamanan kawasan tidak tercapai sendirian. Berbagai pihak lokal bersinergi penuh, mulai dari Polsek Cikakak, Linmas Desa Cikakak, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), Ormas, LSM, hingga pemuda lingkungan setempat bekerja sama untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap pengunjung baik yang datang untuk rekreasi maupun ibadah.
Salah satu pengunjung asal Sukabumi, Deden, yang datang bersama keluarga, mengaku terpikat dengan dua sisi menarik dari Pantai Sukawayana sekaligus. "Kami datang bukan hanya untuk menikmati suasana pantai, tapi juga untuk napak tilas sejarah Prabu Siliwangi. Tempatnya nyaman dan aman banget – penjaga dari BPBD dan Balawista selalu ada, jadi anak-anak bisa bermain tanpa khawatir," katanya.
Soal tiket masuk, Deden mengaku tidak merasa keberatan sama sekali. "Hal ini sangat wajar karena fasilitasnya lengkap – lahan parkirnya luas dan keamanannya terjaga dengan baik," tambahnya.
(Hans)








.jpg)



