Sambar.id, BOGOR – Kota dan Kabupaten Bogor bersiap menjadi panggung peradaban budaya. Kirab Budaya Bogor 2026 yang digelar hari ini, Jumat (8/5/2026), memasuki fase akhir dengan kematangan persiapan yang hampir menyentuh sempurna. Perhelatan ini bukan sekadar arak-arakan, melainkan prosesi sakral dalam rangka Milangkala Tatar Sunda—peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat.
Mengusung tema “Napak Tilas Padjadjaran”, kirab ini menegaskan kembali identitas Bogor sebagai pusat sejarah Kerajaan Pajajaran—ruang di mana jejak leluhur Sunda tak sekadar dikenang, tetapi dihidupkan kembali di tengah denyut kota modern.
Rute Sakral, Massa Terkendali
Kirab dijadwalkan mulai pukul 19.30 WIB dari kawasan bersejarah Museum Pajajaran Batutulis, melintasi Jalan Siliwangi hingga Jalan NV Sidiq, dan berakhir di Lawang Suryakencana.
Perubahan titik akhir dari Kebun Raya Bogor menjadi Lawang Suryakencana bukan tanpa alasan. Pemerintah Kota Bogor memilih langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab ekologis, mengingat potensi membludaknya massa hingga 5.000 orang yang dapat mengancam kelestarian kawasan konservasi.
Mahkota Binokasih: Simbol yang Dihidupkan
Prosesi inti kirab adalah peletakan Mahkota Binokasih, simbol kejayaan dan legitimasi budaya Sunda yang sarat nilai historis. Momentum ini menjadi klimaks spiritual sekaligus kultural, menegaskan bahwa warisan leluhur bukan artefak mati, melainkan ruh yang terus hidup dalam masyarakat.
Sebanyak 885 penari dari 27 sanggar seni kabupaten/kota se-Jawa Barat akan terlibat, bersama perwakilan dari 14 kampung adat. Menariknya, partisipasi lintas budaya juga hadir melalui puluhan penari dari Bali—menggambarkan harmoni nusantara dalam bingkai kearifan lokal.
Persiapan 90 Persen, Dukungan Mengalir
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor memastikan kesiapan telah mencapai sekitar 90 persen. Sejumlah agenda pra-kegiatan seperti bebersih di kawasan Bumi Ageung Batutulis telah digelar sebagai bagian dari penghormatan terhadap lokasi sakral.
Dukungan penuh juga mengalir dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menandakan kirab ini bukan hanya agenda lokal, tetapi peristiwa budaya strategis tingkat provinsi.
Bukan Sekadar Tontonan
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan, diimbau datang lebih awal mengingat potensi kepadatan dan penutupan jalan. Pengunjung juga diminta menjaga sikap selama prosesi berlangsung.
Kirab Budaya Bogor 2026 bukan sekadar hiburan malam. Ia adalah panggilan sejarah—mengajak publik untuk kembali menyadari akar, menghormati tradisi, dan menjaga warisan leluhur dari ancaman lupa dan kerusakan zaman.
Puncak peringatan Milangkala Tatar Sunda sendiri akan digelar pada 17 Mei 2026 di Gedung Sate—menjadi penutup rangkaian perayaan yang sarat makna identitas dan kebanggaan budaya.
Laporan: Usam







.jpg)



