Sambar.id, Bulukumba, Sulsel – Menjelang bergulirnya Turnamen Sepak Bola HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kecamatan Bulukumpa, semangat juang tengah membara di Desa Balangpesoang.
Turnamen ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk membuktikan bahwa semangat persatuan, kerja keras, dan harga diri masyarakat Balangpesoang tetap hidup dan siap diwujudkan di atas lapangan hijau.
Selaku Kepala Desa Balangpesoang, Herman Sahir menyampaikan dukungan penuh kepada seluruh masyarakat agar bersatu mengawal perjuangan Balangpesoang Football Club dalam setiap pertandingan.
“Hari ini kita tidak hanya membawa nama sebuah tim. Kita membawa nama Balangpesoang, membawa harapan masyarakat, dan membawa kehormatan desa yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Jadikan setiap pertandingan sebagai bukti bahwa Balangpesoang memiliki karakter, keberanian, dan semangat pantang menyerah.”
Herman Sahir menegaskan bahwa pertandingan tidak hanya dimenangkan oleh kemampuan teknik semata, tetapi juga oleh kekuatan mental, kekompakan, serta keyakinan untuk terus berjuang hingga peluit panjang dibunyikan.
Seluruh pemain diminta untuk mengesampingkan rasa ragu dan tekanan. Masuklah ke lapangan dengan kepala tegak, hati yang tenang, dan keberanian seorang pejuang. Hormati setiap lawan, namun jangan pernah merasa lebih rendah dari siapa pun. Balangpesoang datang bukan untuk menjadi pelengkap turnamen, melainkan untuk memberikan perlawanan terbaik dan mengukir sejarah.
“Jangan biarkan siapa pun meragukan kemampuan kalian. Buktikan dengan kerja keras, bukan dengan kata-kata. Bermainlah dengan hati, berjuanglah dengan kehormatan, dan pulanglah dengan kebanggaan. Jika harus berkeringat, berkeringatlah demi lambang Balangpesoang di dada. Jika harus berjuang, berjuanglah demi masyarakat yang selalu percaya kepada kalian.”
Turnamen ini diharapkan menjadi titik kebangkitan Balangpesoang FC untuk kembali mengembalikan marwah dan kejayaan yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat. Setiap operan, setiap tekel, setiap penyelamatan, hingga setiap gol yang tercipta harus menjadi simbol semangat persatuan seluruh masyarakat Balangpesoang.
Kepala Desa juga mengajak seluruh masyarakat untuk memenuhi lapangan pertandingan sebagai bentuk dukungan moral kepada tim kebanggaan desa. Kehadiran masyarakat diyakini menjadi energi tambahan yang mampu membakar semangat para pemain dalam setiap menit pertandingan.
Suporter diharapkan menunjukkan kedewasaan dengan menjaga ketertiban, menjunjung tinggi sportivitas, serta memberikan dukungan yang positif. Kemenangan sejati tidak hanya diukur dari skor akhir, tetapi juga dari sikap terhormat yang ditunjukkan selama kompetisi berlangsung.
Balangpesoang telah mempersiapkan diri. Fisik telah dilatih. Strategi telah disusun. Kini saatnya menguatkan mental, menyatukan tekad, dan melangkah dengan satu tujuan: kemenangan.
Hari ini bukan tentang siapa yang paling banyak berbicara. Hari ini adalah tentang siapa yang paling siap berjuang.
Balangpesoang tidak datang untuk sekadar bertanding. Balangpesoang datang untuk mengembalikan marwah. Balangpesoang datang untuk mengukir sejarah. Balangpesoang datang untuk menang.
“Satu Desa, Satu Tekad, Satu Kebanggaan!”
“Bermain dengan Kehormatan, Berjuang Tanpa Batas, Pulang Membawa Kemenangan!” (al)










