Breakwater Jember Kembali Rusak, Gema Nusantara Telusuri Dugaan Persoalan Proyek Bernilai Miliaran Rupiah



SAMBAR.ID// JEMBER - Kerusakan kembali terjadi pada bangunan pemecah gelombang (breakwater) di kawasan Pelabuhan Perikanan Watu Ulo dan Plawangan Pancer Puger, Kabupaten Jember. Kondisi tersebut memunculkan perhatian publik sekaligus pertanyaan mengenai kualitas pembangunan proyek yang dibiayai dengan anggaran negara bernilai miliaran rupiah.


Informasi yang diperoleh dari sejumlah nelayan dan warga pesisir menyebutkan, struktur breakwater kembali mengalami kerusakan saat diterjang gelombang tinggi. Akibatnya, fungsi bangunan sebagai pelindung kawasan pelabuhan dinilai tidak berjalan optimal dan dikhawatirkan berdampak terhadap keselamatan aktivitas nelayan.


Hingga saat ini, masyarakat mengaku belum memperoleh penjelasan secara terbuka mengenai besaran anggaran proyek, spesifikasi teknis, pelaksana pekerjaan, sumber pendanaan, maupun hasil evaluasi pemerintah atas kerusakan yang berulang.


Menyikapi kondisi tersebut, Media Gema Nusantara resmi melakukan penelusuran jurnalistik untuk menggali fakta secara menyeluruh. Investigasi dilakukan dengan berpedoman pada prinsip keberimbangan, akurasi, serta Kode Etik Jurnalistik.


Sebagai langkah awal, redaksi telah menyampaikan permohonan konfirmasi kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jember. Selain itu, permohonan informasi publik juga telah diajukan kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.


Dokumen yang diminta meliputi dokumen perencanaan, nilai kontrak, sumber pembiayaan, identitas penyedia jasa, laporan pelaksanaan pekerjaan, hasil pengawasan, berita acara serah terima, hingga laporan evaluasi maupun rehabilitasi apabila sebelumnya pernah dilakukan perbaikan.


Tidak hanya mengandalkan dokumen resmi, tim investigasi juga akan melakukan verifikasi lapangan dengan meminta keterangan dari nelayan, tokoh masyarakat, akademisi, serta pihak-pihak lain yang mengetahui kondisi proyek. Seluruh data akan diverifikasi sebelum dipublikasikan untuk menjaga akurasi dan keberimbangan informasi.


Pemimpin Redaksi Gema Nusantara, Agus Subakti, ST, SH, CPLA, menegaskan bahwa pengawasan terhadap proyek yang menggunakan anggaran negara merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial pers.


"Jika proyek bernilai miliaran rupiah kembali mengalami kerusakan dalam waktu relatif singkat, masyarakat berhak mengetahui penyebabnya. Transparansi dan akuntabilitas penggunaan keuangan negara adalah kewajiban penyelenggara pemerintahan. Pers hadir untuk mengawal keterbukaan informasi, bukan menghakimi siapa pun, tetapi menyampaikan fakta yang objektif, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan," tegas Agus.


Media Gema Nusantara memastikan seluruh proses penelusuran dilakukan secara profesional dengan tetap memberikan ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.


Apabila dari hasil penelusuran ditemukan fakta yang mengindikasikan adanya dugaan penyimpangan berdasarkan dokumen resmi dan data yang telah terverifikasi, hasil investigasi tersebut akan disampaikan kepada instansi pengawas maupun aparat penegak hukum sesuai mekanisme yang berlaku.


Redaksi juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perkembangan proyek breakwater di Jember sebagai bagian dari upaya mendorong transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan kepentingan masyarakat pesisir yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada infrastruktur pelabuhan yang aman dan berfungsi optimal.

Lebih baru Lebih lama