Eks Kota Terbersih Peraih Adipura Kini Kumuh, Pemkab Rohil Dikritik 'Cuma Omon-omon'!

Sambar.id, RIAU |

Rokan Hilir - Bagansiapiapi, Ibu Kota Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, yang dulunya pernah menyabet penghargaan Adipura sebagai kota terbersih, kini mendadak jadi sorotan. Pemandangan tumpukan sampah yang berserakan di mana-mana membuat wajah kota berubah menjadi kumuh.

Keluhan ini disuarakan oleh warga Bagansiapiapi yang mulai geram dengan lambannya penanganan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

"Ini sampahnya yang bermasalah, atau pemerintahnya yang memang tidak punya pikiran? Sampah di mana-mana menumpuk berserakan," kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya saat dihubungi, Kamis (30/7/2026).

Sumber tersebut menilai Pemkab Rohil seolah tutup mata terhadap kondisi lingkungan yang kian memprihatinkan. Padahal, dampak buruk dari tumpukan sampah yang dibiarkan berhari-hari ini sudah di depan mata.

Ancaman Wabah penyakit hingga Tudingan 'Gagal Total'
Warga menumpahkan kekecewaannya dan mengingatkan Pemkab Rohil akan bahaya munculnya berbagai penyakit, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), jika pengelolaan sampah ini terus diabaikan.

"Masyarakat 'Negeri Seribu Kubah' khususnya wilayah Bagansiapiapi ini bisa kena penyakit DBD dan lainnya. Apakah harus menunggu masyarakat berjatuhan jadi korban dulu baru bergerak?" lanjutnya dengan nada kecewa.

Ia pun menyentil kinerja Bupati Rohil yang dianggap hanya bersuara manis saat berkampanye, namun melempem saat merealisasikan janji pengelolaan kota.

"Diminta Bupati turun tangan! Jangan hanya 'omon-omon' waktu kampanye. Gagal Total (Gatot). Jangan cuma mementingkan kepentingan pribadi, lihat kondisi nyata. Banyak persoalan yang belum terselesaikan," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir dan pihak Pemkab Rohil terkait penanganan tumpukan sampah di wilayah Bagansiapiapi tersebut.

Pewarta: Tim Jurnalis (Legiman)
Sumber: Masyarakat
Lebih baru Lebih lama