SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Proses seleksi Dewan Pengawas (Dewas) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Palu kembali menjadi sorotan. Sejumlah pihak menyampaikan kritik dan harapan agar proses seleksi dilakukan secara objektif dengan mengedepankan integritas calon.
Forum Kaili Bersatu (FKB) Sulawesi Tengah ikut andil yang memberikan kritikan terhadap tahapan seleksi tersebut. Saat ini, seleksi telah memasuki tahap akhir dengan menyisakan tiga kandidat, salah satunya adalah, Ari Lestario, S.Sos.
FKB berharap Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E., dapat memilih sosok Dewan Pengawas yang memiliki rekam jejak baik, jujur, profesional, dan bebas dari indikasi tindak pidana korupsi.
Harapan tersebut disampaikan Pengurus FKB Sulteng mengingat Perumda Kota Palu sebelumnya pernah tersandung kasus korupsi yang melibatkan jajaran direksi, sehingga dibutuhkan pengawas yang mampu menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.
"Dewan Pengawas harus benar-benar diisi oleh orang-orang yang memiliki energi baru, jujur, berintegritas, profesional, dan mampu menjalankan tugas pengawasan secara independen," tegas perwakilan FKB, Ahad, (05/7/2026).
Selain itu, FKB menilai anggota Dewan Pengawas harus memiliki latar belakang pendidikan yang memadai, pengalaman yang jelas, serta kredibilitas yang tidak diragukan.
Mereka juga menegaskan pentingnya memilih figur yang bersih dari persoalan hukum agar mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap Perumda Kota Palu.
FKB berharap hasil seleksi nantinya melahirkan Dewan Pengawas yang amanah, rendah hati, memiliki semangat pembaruan, serta sejalan dengan visi dan prioritas pembangunan Pemerintah Kota Palu di bawah kepemimpinan Wali Kota Hadianto Rasyid.**/Red.










