Menjaga Urat Nadi Ekonomi UMKM Rohil

Sambar.id, RIAU |

Rokan Hilir - Pada Hari Kamis Tanggal 30 Juli 2026 Biro Redaksi Rohil Kembali Berikan Informasi Publik: ROKAN HILIR- Pembangunan infrastruktur ekonomi yang digagas oleh H. Annas Maamun sewaktu menjabat sebagai Bupati Rokan Hilir merupakan tonggak awal transformasi UMKM dan penataan ruang publik di Kota Bagan Siapi-api.

Kebijakan strategis ini tidak hanya bertujuan mempercantik wajah ibu kota kabupaten, tetapi juga meletakkan fondasi bagi sistem ekonomi kerakyatan yang berbasis pada pemusatan aktivitas perdagangan, keteraturan tata kota, dan pemberdayaan pelaku usaha lokal. 

Melalui renovasi Pasar Pelita, pengembangan Pasar Datuk Rubiah, pemusatan ke Pasar Bintang, hingga pembangunan Pujasera di kawasan strategis Bagansiapiapi, sejarah mencatat bagaimana tata ruang dan geliat dagang UMKM dirancang untuk saling bersinergi secara berkelanjutan. 

1. Merenovasi Pasar Pelita: Menghidupkan Kembali Simbol Sejarah Perdagangan

Pasar Pelita memiliki nilai historis yang mendalam bagi masyarakat Kecamatan Bangko dan Bagansiapiapi secara keseluruhan. Kebijakan renovasi yang diinisiasi pada era H. Annas Maamun berfokus pada dua hal utama: keandalan fasilitas fisik dan kenyamanan transaksi ekonomi. 

Urgensi ke UMKM: Sebelum direnovasi, kondisi pasar yang kurang tertata dan faktor keamanan membuat pembeli enggan berkunjung. Intervensi fisik pemerintah berhasil menaikkan kelas pasar tradisional menjadi tempat belanja yang lebih representatif, sehingga omzet pedagang kecil, pengrajin pangan lokal, dan nelayan yang menyuplai hasil laut dapat terjaga secara konsisten.

2. Pengembangan Pasar Datuk Rubiah & Sentralisasi Pasar Bintang: Solusi Tata Ruang dan Logistik

Salah satu tantangan terbesar kota maritim lama seperti Bagansiapiapi adalah kesemrawutan akibat keterbatasan lahan parkir dan sempitnya akses jalan di pusat kota. Pengembangan Pasar Datuk Rubiah yang diiringi dengan perencanaan sentralisasi menuju kawasan Pasar Bintang (Bagan Jawa) mencerminkan visi jangka panjang dalam mengurai kepadatan perkotaan. 

Urgensi ke UMKM: Memindahkan atau mengelompokkan pedagang ke lokasi yang lebih luas seperti Jalan Bintang memberikan ruang tumbuh bagi lebih banyak pelaku UMKM baru. Di sisi lain, wacana zonasi khusus (seperti memplot bekas pasar lama menjadi pusat grosir buah/oleh-oleh dua lantai) memberikan kepastian segmen pasar bagi para pedagang agar tidak saling tumpang tindih dalam mencari nafkah. 

3. Pembangunan Pujasera: Sentra Kuliner yang Menopang Ekonomi Malam Hari

Kebijakan membangun Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) di area strategis jalan Pulau Baru Bagansiapiapi ditujukan untuk mengakomodasi para Pedagang Kaki Lima (PKL) kuliner. Langkah ini mengubah pola relokasi yang biasanya bersifat represif menjadi sebuah solusi integratif yang menguntungkan. 

Urgensi ke UMKM: Pujasera menciptakan titik kumpul (magnet ritel) baru bagi warga lokal maupun wisatawan. Keberadaan fasilitas penunjang seperti kontainer jualan, bangku penonton, hingga pencahayaan yang layak terbukti meningkatkan daya saing UMKM kuliner. Ini juga membuka peluang lapangan kerja baru bagi sektor informal terlepas dari keterbatasan lahan toko permanen di pusat kota. 

Urgensi Pengelolaan Berkelanjutan Demi Masa Depan UMKM Rokan Hilir

Membangun fisik pasar dan gedung pujasera barulah langkah awal. Urgensi yang sesungguhnya kini terletak pada aspek manajemen tata kelola jangka panjang. Agar aset-aset ekonomi yang telah dirintis sejak era H. Annas Maamun ini tidak menjadi bangunan yang mati atau telantar, pemerintah daerah setelahnya dituntut untuk menerapkan manajemen modern: 

Optimalisasi Retribusi dan Perawatan: Memastikan kecukupan petugas penunjang pasar agar kebersihan, drainase, dan fasilitas keamanan tetap terjaga dengan baik guna memikat pembeli. 

Konektivitas dan Aksesibilitas: Memastikan rute transportasi umum mengalir lancar menuju pusat perdagangan baru seperti Pasar Bintang agar pedagang tidak merugi karena kehilangan akses konsumen. 

Penyelenggaraan Acara Berkala: Mengaktifkan pelataran pasar dan pujasera sebagai lokasi operasi pasar murah, bazar UMKM, atau nonton bareng guna menjaga arus kunjungan masyarakat tetap tinggi secara konisten. 

Kesimpulan

Kebijakan H. Annas Maamun dalam membangun dan merevitalisasi infrastruktur perdagangan di Rokan Hilir bukan sekadar urusan semen dan batu, melainkan sebuah strategi kebudayaan ekonomi. Dengan menyediakan ruang niaga yang layak, tertata, dan manusiawi, pemerintah telah berhasil menghidupkan urat nadi ekonomi kerakyatan yang membuat ribuan UMKM lokal mampu berdiri tegak dan menggerakkan roda kemakmuran daerah.

Laporan:Tim Jurnalis ((Legiman))
Sumber:Masyarakat
Lebih baru Lebih lama