Siapkan Mental Siswa Hadapi Dunia Kerja, SMK Technikom Cikarang Gelar Sosialisasi PKL dan Kunjin

Sambar.id, BEKASI

Sukarukun/Sukatani — SMK Technikom Cikarang menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi komprehensif bersama para orang tua/wali murid kelas XI jurusan teknik kendaraan ringan (TKR A, B, dan C). Acara berlangsung di Aula Sekolah SMK Technikom, tepatnya di Jalan Jagawana Kongsi, Desa Sukarukun, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/07/2026), Pukul 10.30 s/d Selesai.

Pertemuan ini digelar untuk mematangkan kesiapan mental, etika, dan administrasi siswa sebelum terjun langsung ke dunia industri melalui program Kunjungan Industri (KI) serta Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala SMK Technikom Cikarang Dian Aditya, S.T., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Jati Sutrisna, S.Pd., Guru BK Prihartini, S.Pd., serta para wali kelas XI.

1.Kunjungan Industri ke BMTI Cimahi: Matangkan Observasi Sebelum PKL

Sebelum diterjunkan ke perusahaan, para siswa dijadwalkan mengikuti Kunjungan Industri (KI) ke Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BMTI) di Cimahi, Bandung, pada September mendatang.

Langkah ini diambil untuk memfasilitasi sekitar 380 siswa dan 20 guru pendamping dalam satu kali keberangkatan, mengingat keterbatasan kuota penampungan di kawasan industri lokal Cikarang.

Melalui KI, siswa wajib membuat laporan observasi sebagai indikator kelayakan dan penyaringan keberangkatan PKL. Adapun biaya kegiatan KI ditetapkan sebesar Rp350.000 per siswa (mencakup armada serta konsumsi), dengan sistem pembayaran yang transparan dan dapat diangsur melalui wali kelas.

2.PKL Bebas Biaya Tambahan dan Opsi Relasi Mandiri

Pihak sekolah menegaskan komitmen transparansi pembiayaan. Pelaksanaan PKL pada dasarnya telah include dalam paket pembiayaan sekolah sebesar Rp5 juta yang telah disepakati sebelumnya, sehingga tidak ada lagi pungutan biaya tambahan.

Pemberangkatan PKL sendiri dijadwalkan mulai Oktober secara bertahap. Sekolah telah menjalin kerja sama dengan 30 hingga 50 perusahaan mitra yang tersebar di kawasan industri Jababeka, MM2100, hingga Hyundai.

"Orang tua tidak perlu khawatir anak-anak harus keliling mencari tempat PKL sendiri. Namun, jika ada orang tua yang memiliki koneksi atau relasi tempat PKL mandiri, sekolah tetap membuka ruang transparan dan siap menerbitkan surat permohonan serta rekomendasi resmi," ujar Waka Kurikulum SMK Technikom Cikarang, Jati Sutrisna, S.Pd.
3.Penilaian Seleksi dan Edukasi 'Culture Shock'

Sekolah menetapkan tiga kriteria utama dalam penyaluran siswa ke perusahaan mitra:

• Kedisiplinan dan Absensi: Rekam jejak kehadiran tanpa riwayat mangkir/membolos sejak kelas X.

• Sikap dan Etika (Etiquette): Menjaga nama baik keluarga dan almamater.

• Kepatuhan Aturan: Bagi siswa dalam masa pantau perbaikan karakter, keberangkatan PKL tetap dijamin hingga batas maksimal di kelas XII setelah menunjukkan perubahan positif.

Selain itu, sekolah mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengatasi culture shock saat siswa beradaptasi dengan ritme dunia kerja yang serba cepat dan disiplin tinggi.

"Dunia kerja itu berbeda dengan sekolah. Kalau anak mengeluh capek karena perubahan ritme, orang tua diharapkan memberi motivasi, bukan langsung menyetujui anak mundur. Tapi ingat, jika ada tindakan kekerasan, bullying, atau intimidasi di lokasi PKL, segera laporkan. Sekolah akan bertindak tegas melalui jalur resmi," tegas Jati.

4.Tiga Pilar Pendampingan Orang Tua di Rumah

Guna memastikan kelancaran program, sekolah mengimbau orang tua untuk menerapkan tiga pilar pendampingan:

1.Pengawasan Kedisiplinan: Mengingatkan jam kerja dan memahami bahwa libur PKL mengikuti kalender perusahaan, bukan libur sekolah.

2.Penguatan Mental: Menanamkan pemahaman bahwa PKL adalah wadah belajar dan pembentukan karakter, bukan sekadar mencari penghasilan.

3.Komunikasi Resmi: Aktif berkoordinasi dengan wali kelas jika menemui kendala di lapangan.

Melalui kolaborasi yang kuat dan transparan ini, SMK Technikom Cikarang optimistis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara kompetensi teknis, tetapi juga memiliki mentalitas tangguh dan berkarakter di dunia kerja profesional.

Narasumber: Pihak Sekolah SMK Swasta Technikom, Cikarang 
Pewarta: Koordinator Liputan
(@sbr_id/Ar/red)
Lebih baru Lebih lama