Banyumas,Sambar.id
BANYUMAS – Memasuki bulan Kemerdekaan Agustus 2026, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat bergerak cepat menggenjot capaian produksi hasil hutan bukan kayu, khususnya sektor getah pinus. Langkah nyata ini diwujudkan melalui pengawalan ketat operasional dari hulu hingga hilir langsung di tingkat lapangan.
Administratur/KKPH Banyumas Barat, Hery Merkussiyanto Putro, S.Hut, menginstruksikan jajaran Seksi Produksi dan Ekowisata (PE) untuk memantau langsung alur penyerapan getah guna memastikan target tonase dan standar mutu produk tetap terjaga.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kepala Seksi PE KPH Banyumas Barat, Bambang, melakukan inspeksi mendadak (blusukan) ke wilayah kerja Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wanareja, tepatnya di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Wanareja. Didampingi Kepala Resort (KRPH) Wanareja, Sutejo, tim menyisir sejumlah titik Tempat Penimbunan Getah (TPG).
Dalam peninjauan tersebut, pengawasan difokuskan pada tiga tahap krusial:
Akurasi Penimbangan: Memastikan volume penyadapan tercatat secara presisi dan transparan.
Pengawasan Kualitas (Quality Control): Melakukan verifikasi mutu dan kebersihan getah pinus sebelum dikirim.
Kelancaran Logistik: Mengawal percepatan proses pengangkutan getah dari TPG menuju pabrik pengolahan agar tidak mengalami penyusutan atau penurunan kualitas.
"Momentum bulan Agustus ini harus kita jadikan pemicu semangat bagi seluruh insan Perhutani dan para mitra penyadap.
Sesuai arahan pimpinan, spirit kemerdekaan ini kita wujudkan dengan kinerja nyata: Ikut Merdeka, Getah Ya Naik! Kita pastikan setiap alur operasional di TPG berjalan efektif tanpa hambatan," ujar Kasi PE KPH Banyumas Barat, Bambang, di sela-sela peninjauan di TPG Wanareja.
Melalui sinergi kuat antara jajaran manajemen dan petugas lapangan, KPH Banyumas Barat optimistis target produksi getah pinus pada bulan Agustus 2026 dapat melampaui estimasi yang ditargetkan.
Kegiatan pengawasan ini ditutup dengan menggemakan motto perjuangan tim: "Salam Kompak, Bersama Yakin Bisa!"
Jurnalis Sugeng Rahmat










