BREAKING NEWS: 20 Siswa di Madina Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap MBG, Keamanan Makanan Disorot



MANDAILING NATAL, SUMUT SAMBAR Id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat sorotan. Sekitar 20 siswa MTs Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan program MBG, Rabu (9/9/2026).

Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, di antaranya mual, pusing, muntah dan lemas. Sejumlah siswa kemudian dilarikan ke Puskesmas Mompang Jae untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Peristiwa tersebut sontak memunculkan kekhawatiran di lingkungan sekolah dan masyarakat. Terlebih, makanan yang dikonsumsi para siswa merupakan bagian dari program MBG yang secara nasional ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik.

Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan. Karena itu, dugaan bahwa kondisi siswa berkaitan dengan makanan MBG masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan medis dan uji laboratorium.

Sorotan terhadap insiden tersebut datang dari Sekretaris Eksekutif FITRAH (Forum Independent Transparansi Anggaran dan Hukum) Kabupaten Madina, Saidul Anwar Rangkuti.

Ia mendesak pemerintah dan instansi terkait melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap penyedia makanan maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan makanan kepada para siswa.

“Nyawa dan kesehatan anak-anak sekolah adalah taruhan yang terlalu mahal untuk dikorbankan akibat dugaan kelalaian pengawasan pihak penyedia jasa MBG. Hal ini harus segera diaudit dan diusut tuntas,” tegas Saidul, Kamis (10/9/2026).

Desak Sampel Makanan Diuji Laboratorium

Saidul meminta Dinas Kesehatan, BPOM dan instansi berwenang segera mengambil sampel makanan maupun bahan makanan yang masih tersedia untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Menurutnya, hasil pemeriksaan menjadi penting untuk memastikan apakah terdapat kontaminasi, persoalan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan maupun faktor lain yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

“Jangan sampai sebelum hasil pemeriksaan keluar sudah muncul kesimpulan mengenai penyebabnya. Publik membutuhkan fakta dan hasil pemeriksaan yang transparan,” ujarnya.

Ia juga meminta pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh rantai pengelolaan makanan, mulai dari kondisi dapur, kebersihan dan sanitasi, sumber bahan baku, penyimpanan, proses memasak hingga pendistribusian makanan ke sekolah.

Termasuk, kata Saidul, dokumen dan persyaratan kelayakan higiene sanitasi penyedia makanan juga perlu diperiksa.

“Periksa seluruh aspek, termasuk sertifikat laik higiene sanitasi, kelayakan dapur dan kualitas bahan baku dari penyedia makanan MBG. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” katanya.

Jika Terbukti Lalai, Diminta Bertanggung Jawab

Saidul menegaskan, apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya pelanggaran atau kelalaian yang terbukti menyebabkan gangguan kesehatan terhadap siswa, pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum.

“Jika terbukti ada unsur kelalaian dalam pengolahan makanan yang menyebabkan gangguan kesehatan, aparat penegak hukum harus mengambil tindakan sesuai hukum yang berlaku. Keselamatan dan kesehatan anak-anak tidak boleh menjadi taruhan,” tegasnya.

Ia meminta penanganan kasus dilakukan secara objektif dan tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab sebelum hasil pemeriksaan medis maupun laboratorium diterbitkan.

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan penyebab kejadian ini secara ilmiah, memberikan penanganan kepada seluruh korban, dan memastikan kejadian serupa tidak terulang,” tambah Saidul.

Pengelola MBG Belum Beri Klarifikasi

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola dapur MBG/SPPG yang disebut menyediakan makanan tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian yang dialami para siswa.

Konfirmasi juga masih diupayakan kepada pihak sekolah, Puskesmas Mompang Jae, Dinas Kesehatan, BPOM serta instansi terkait lainnya untuk memperoleh informasi resmi mengenai kondisi para siswa, penanganan medis dan hasil pemeriksaan penyebab kejadian.

Kasus ini kini menjadi perhatian karena menyangkut keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG dan keselamatan peserta didik. Hasil pemeriksaan medis serta uji laboratorium nantinya diharapkan dapat menjawab secara objektif penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi seluruh pihak yang berkaitan dengan pemberitaan ini.

(Red/Sambar.id)

Lebih baru Lebih lama