MAKASSAR, SAMBAR.ID — Ratusan personel gabungan mengikuti Apel Siaga dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 TNI Angkatan Laut (TNI AL) Tahun 2026 di Dermaga Pulau Selayar, Mako Kodaeral VI Makassar, Kamis (10/9/2026).
Apel dipimpin langsung Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., selaku Inspektur Upacara.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapsiagaan sekaligus menegaskan sinergi TNI AL bersama berbagai unsur dalam menghadapi dinamika keamanan dan kebencanaan.
Barisan apel melibatkan personel Perwira, Bintara, Tamtama, Marinir, dan ASN Kodaeral VI. Turut bergabung personel Polairud Polda Sulsel, Polres Pelabuhan, Basarnas, KSOP Makassar, Poltekpel Barombong, serta para generasi muda dari SMA Hang Tuah.
Peringatan Hari Jadi ke-81 TNI AL tahun ini mengusung tema “Dengan Semangat Jalesveva Jayamahe, TNI Angkatan Laut Siap Mewujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla. yang dibacakan Dankodaeral VI, ditegaskan bahwa perjalanan panjang TNI AL harus menjadi momentum evaluasi terhadap posisi, capaian, sekaligus arah pembangunan kekuatan matra laut ke depan.
Kasal menyoroti perubahan spektrum ancaman yang semakin kompleks. Kesiapsiagaan TNI AL, kata dia, tidak semata-mata berkaitan dengan kemungkinan konflik militer, tetapi juga mencakup berbagai ancaman nonmiliter yang dapat berdampak terhadap keamanan dan ketahanan nasional.
“Dinamika terkini menuntut kita memperluas pemahaman tentang kesiapsiagaan. Ancaman terhadap keamanan dan ketahanan nasional tidak selalu berbentuk konflik militer.”
Ancaman tersebut antara lain perubahan iklim, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi gunung berapi, serta berbagai bencana alam yang dapat mengganggu rantai pasok logistik hingga berpotensi memicu krisis sosial.
Karena itu, Kasal menekankan pentingnya kesiapan personel dan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL agar dapat dikerahkan secara cepat ketika negara dan masyarakat membutuhkan.
“Seluruh prajurit dan alutsista TNI AL harus selalu berada dalam kondisi siap siaga tinggi dan dapat dikerahkan kapan saja,” demikian penekanan dalam amanat tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kasal juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh prajurit, PNS, serta keluarga besar TNI AL atas loyalitas, ketabahan, dan pengabdian yang telah diberikan kepada bangsa dan negara.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan potongan tumpeng oleh Dankodaeral VI bersama unsur Forkopimda Sulsel kepada para Komandan Peleton. Rangkaian peringatan kemudian dilanjutkan dengan acara syukuran di Gedung Sultan Hasanuddin Kodaeral VI.
Sejumlah pejabat TNI-Polri dan unsur Forkopimda Sulsel turut hadir, di antaranya Pangdam XIV/Hasanuddin, Pangkodau II, Kapolda Sulsel, Dansatdik 2 Kodiklatal, Dansatlinlamil 3 Kolinlamil, serta jajaran pejabat Forkopimda Sulsel.
Hadir pula pimpinan instansi maritim, BUMN, perbankan, hingga para rektor perguruan tinggi se-Kota Makassar.
Peringatan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kesiapsiagaan TNI AL tidak hanya untuk menjaga kedaulatan laut, tetapi juga memastikan negara hadir cepat ketika masyarakat menghadapi situasi darurat dan bencana.
sumber Humas Tni Al
Diah sambar id Makassar
Editor: Daeng Pagiling










