DARI HALAMAN RUMAH KE PUSAT KEBUGARAN: SENTUHAN MAGIS INSTRUKTUR ABIAN DALAM SENAM JUMBA CIKAKAK


SAMBAR.ID | SUKABUMI – Suasana minggu sore di wilayah Desa Cikakak kian hari semakin semarak. Halaman rumah Ibu Rini Rahmawati, yang akrab disapa Ibu Iing, telah bertransformasi menjadi pusat kebugaran warga melalui kegiatan Senam Jumba. Inisiatif yang dimulai secara sederhana ini kini berkembang pesat, terutama setelah kehadiran instruktur senam Abian yang gaya instruksinya dinilai sangat fenomenal dan energik oleh para peserta.


Kehadiran Abian sebagai pelatih utama menjadi daya tarik tersendiri. Kombinasi gerakan dinamis khas Jumba dengan musik yang menghentak berhasil menciptakan atmosfer latihan yang menyenangkan sekaligus efektif untuk membakar kalori. Tidak heran jika jumlah peserta terus bertambah setiap minggunya, melibatkan berbagai lapisan usia dari ibu-ibu hingga remaja di desa tersebut.

Ibu Iing, selaku inisiator kegiatan, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme warga yang tinggi. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga wadah untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.


"Awalnya saya hanya ingin mengajak tetangga dekat untuk bergerak sehat di halaman rumah. Namun, responsnya luar biasa. Saya senantiasa berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan dan menjadi ikon kesehatan bagi Desa Cikakak," ungkap Ibu Iing saat ditemui di sela-sela sesi senam, Minggu (11/10/2026).

Sementara itu, Abian, instruktur senam Jumba yang menjadi sorotan, menjelaskan bahwa kunci dari senam ini adalah konsistensi dan kegembiraan. Ia menekankan bahwa gerakan Jumba dirancang agar mudah diikuti namun tetap memberikan dampak signifikan bagi kebugaran jantung dan koordinasi tubuh.


"Senam Jumba itu tentang mengekspresikan diri melalui gerakan. Saya berusaha membuat setiap sesi terasa seperti pesta, bukan beban latihan. Saya juga berharap melalui bimbingan ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya aktivitas fisik rutin dapat meningkat, sehingga kita bisa mencegah penyakit degeneratif sejak dini," ujar Abian.


Antusiasme serupa juga dirasakan oleh para peserta. Ibu Ilah, salah satu peserta setia, mengaku menemukan alasan kuat untuk tetap hadir setiap pagi. Bagi dia, Senam Jumba bukan hanya soal keringat, tetapi juga terapi stres.

"Saya mengikuti senam Jumba karena selain badan jadi lebih ringan dan fit, suasana di sini sangat cair dan menyenangkan. Setelah seharian mengurus rumah tangga, ini adalah waktu terbaik untuk melepaskan penat bersama teman-teman," ungkap Ibu Ilah sambil tersenyum.


Ibu Ilah menambahkan harapannya agar fasilitas atau ruang gerak untuk kegiatan semacam ini dapat lebih didukung oleh pihak terkait, sehingga semakin banyak warga yang tergerak untuk hidup sehat. "Saya sangat berharap ke depannya acara seperti ini bisa mendapat dukungan lebih luas, mungkin bahkan menjadi agenda rutin desa yang lebih besar," tutupnya.


Dengan semangat kolaborasi antara inisiator lokal, instruktur profesional, dan partisipasi aktif warga, Senam Jumba di Desa Cikakak membuktikan bahwa gerakan sehat bisa dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan terdekat.


(Hans)

Lebih baru Lebih lama