Pesisir Herlang Berubah di Era Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba

BULUKUMBA SAMBAR ID — Kawasan pesisir Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mengalami perubahan melalui pembangunan sejumlah infrastruktur pada era pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba. Meski demikian, kebutuhan tambatan perahu bagi nelayan setempat masih menjadi salah satu usulan yang diharapkan dapat direalisasikan.


Camat Herlang, Andi Nurfidyah Samad, S.Sos., mengatakan pembangunan jalan, tanggul penahan ombak, jembatan, serta penanganan abrasi telah mendukung perbaikan kondisi kawasan pesisir. Namun, menurutnya, ketersediaan tambatan perahu di wilayah Herlang juga perlu menjadi perhatian agar aktivitas nelayan lebih mudah dan aman.


“Kami mengakui bahwa di era pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba, kawasan pesisir Herlang mengalami perubahan menjadi jauh lebih baik. Sejumlah pembangunan telah dilakukan, tetapi kebutuhan masyarakat, khususnya nelayan, masih perlu terus diperhatikan,” ujar Andi Nurfidyah kepada media, Minggu (18/10/2026).


155 Kapal Nelayan Tercatat pada 2022

Berdasarkan pendataan Kecamatan Herlang pada 2022, tercatat sebanyak 155 kapal nelayan, baik berukuran besar maupun kecil. Jumlah tersebut diperkirakan bertambah pada 2026, meski angka terbarunya masih memerlukan pendataan lanjutan.

Menurut Andi Nurfidyah, sebagian nelayan Herlang menambatkan kapal di lokasi lain, termasuk kawasan Tanaberu, Kecamatan Bontobahari. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya fasilitas tambatan perahu yang lebih dekat dengan wilayah aktivitas masyarakat setempat.

“Kami berharap Herlang juga bisa memiliki tambatan perahu yang memadai. Dengan begitu, nelayan tidak harus terlalu jauh menambatkan kapalnya dan dapat lebih mudah menjaga aset yang digunakan untuk melaut,” katanya.

Tambatan Perahu Jadi Harapan Berikutnya

Andi Nurfidyah mengapresiasi pembangunan fasilitas sektor perikanan di kawasan lain, termasuk kolam labuh di kawasan Merpati, Tanaberu, serta pembangunan penyangga kampung nelayan di Basokeng.

Ia mengakui, keterbatasan lahan di sejumlah titik pesisir menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan fasilitas pendukung nelayan. Karena itu, pembangunan tambatan perahu di Herlang perlu mempertimbangkan ketersediaan lahan, kondisi pesisir, serta kebutuhan masyarakat.

Ia berharap usulan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dan ditindaklanjuti melalui perencanaan serta kajian kelayakan. Keberadaan tambatan perahu diharapkan dapat memudahkan nelayan menambatkan kapal, menjaga aset, dan menunjang kegiatan melaut.

Dengan demikian, perubahan infrastruktur pesisir yang telah berlangsung di Herlang diharapkan dapat berlanjut melalui pemenuhan fasilitas yang secara langsung dibutuhkan masyarakat nelayan.

Sumber: Andi Nurfidyah Samad, S.Sos., Camat Herlang.
Lebih baru Lebih lama