Warga Cigugur Pusakajaya Kembali Bersemi, Satu Tujuan Satu Irama Lanjutkan Pembangunan Bersama Petahana H Carnaka



Sambar.id, Subang, Jabar - Gelombang dukungan untuk petahana Calon Kepala Desa Cigugur, H. Carnaka, membeludak usai pengundian nomor urut Pilkades Serentak 2026.


H. Carnaka resmi mendapatkan Nomor Urut 1.  Puluhan warga Cigugur dengan kompak membawa poster bergambar H. Carnaka bertuliskan "Mohon Do'a Restu dan Dukungannya" sambil mengacungkan salam satu jari.

Warga menyebut kembalinya H. Carnaka membawa semangat baru.

"Warga Cigugur kembali bersemi, kita satukan tujuan satu irama untuk kembali melanjutkan pembangunan bersama Bapak H. Carnaka. Nomor 1 itu nomor pemersatu, nomor awal untuk melanjutkan program-program yang belum selesai," ujar salah satu  masyarakat Cigugur Karnadi, Kamis (08/10/2026).

Menurut Karnadi, rekam jejak pembangunan selama masa jabatan petahana sudah terbukti, sentuhan program kerjanya dinilai menyeluruh dan tidak tebang pilih.


"Kami sangat mengapresiasi kepemimpinan beliau. Banyak perubahan yang kami rasakan, terutama dalam pelayanan publik dan kemajuan desa. Beliau juga selalu terbuka terhadap aspirasi warga," ucapnya.


Dukungan lintas generasi terhadap H. Carnaka juga  terlihat dari kalangan emak-emak, bapak-bapak, hingga pemuda,  kompak mengenakan atribut biru dan membawa bendera merah putih kecil. Aparat dari Polsek Pusakanagara dan Koramil 0511/Pusakanagara juga terlihat mengawal jalannya kegiatan agar kondusif.

Sementara itu, H. Carnaka sendiri merupakan petahana yang dikenal dekat dengan warga. Pada periode sebelumnya, ia dinilai berhasil membawa pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

Dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat yang sempat berbeda pandangan untuk bersatu kembali demi kemajuan desa. Guna melanjutkan pembangunan fisik maupun tata kelola digital yang belum rampung pada periode pertama.

"Mari kita bersatu untuk kembali membangun desa, ini simbol kemenangan bagi warga Cigugur dan kemenangan bagi kita untuk melanjutkan pembangunan  fisik maupun tata kelola digital yang belum rampung pada periode pertama," tutur H. Carnaka.
Lebih baru Lebih lama