Proyek Penjuwintingan PLN di Tanjab Barat Jadi Sorotan, Warga Parit Teluk Kerupuk Hingga Desa Lumahan Angkat Suara


Sambar.id Tanjung Jabung Barat, Jambi — Proyek penjuwintingan jaringan listrik PLN yang membentang dari Parit Teluk Kerupuk, Desa Kelagihan, Kecamatan Tebing Tinggi hingga Desa Lumahan, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, kini menjadi perhatian publik. Proyek yang bertujuan memperkuat distribusi listrik tersebut menyimpan sejumlah cerita lapangan yang menarik perhatian masyarakat.


Pelaksanaan pekerjaan yang dikerjakan oleh PT Mandarsi, dengan Anggi sebagai kepala rombongan lapangan, saat ini telah memasuki tahap penentuan batas wilayah jaringan yang akan segera dilakukan penjuwintingan. Aktivitas di lapangan terlihat intens, dengan pemasangan dan penataan jaringan yang melintasi area permukiman warga, lahan perkebunan, hingga kawasan parit dan rawa.


Sejumlah warga setempat mengaku terkejut dengan aktivitas proyek yang berlangsung cukup cepat. Alat dan material mulai berdatangan, sementara pekerja terlihat melakukan pengukuran dan penandaan titik-titik tertentu sebagai batas jalur penjuwintingan.


“Kami melihat sudah ada patok dan tanda-tanda batas jaringan yang akan dijuwinting. Warga berharap proyek ini benar-benar membawa manfaat dan tidak menimbulkan masalah baru,” ujar salah seorang warga Parit Teluk Kerupuk.


Proyek ini dinilai strategis karena menghubungkan dua kecamatan penting di Tanjung Jabung Barat, yang selama ini kerap mengalami gangguan tegangan listrik. Dengan adanya penjuwintingan, diharapkan pasokan listrik menjadi lebih stabil, terutama untuk kebutuhan rumah tangga, UMKM, serta fasilitas umum.


Namun di sisi lain, sebagian warga juga berharap adanya transparansi dan sosialisasi lebih lanjut terkait batas wilayah yang akan dilintasi jaringan. Kekhawatiran muncul terkait dampak terhadap lahan pribadi, akses jalan, serta keselamatan lingkungan sekitar.


Kepala rombongan lapangan, Anggi, menyampaikan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan sesuai prosedur dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Ia menegaskan bahwa penentuan batas jalur penjuwintingan dilakukan secara teknis dan bertujuan meminimalkan dampak terhadap masyarakat.


“Kami bekerja sesuai rencana dan standar yang ditetapkan. Batas yang ditentukan adalah jalur yang paling aman dan efisien. Jika ada masukan dari warga, kami siap menampung dan menyampaikannya ke pihak perusahaan maupun PLN,” ungkapnya.


Proyek penjuwintingan ini menjadi bukti komitmen PLN dalam meningkatkan kualitas layanan listrik di wilayah pesisir dan pedesaan Tanjung Jabung Barat. Meski demikian, sorotan publik terhadap pelaksanaan di lapangan menjadi pengingat pentingnya sinergi antara kontraktor, pemerintah daerah, dan masyarakat.


Dengan dinamika yang terjadi, proyek ini diprediksi akan terus menjadi perbincangan hangat, khususnya di media lokal dan media sosial. 


Warga berharap, di balik hiruk-pikuk pekerjaan dan penandaan batas jaringan, manfaat nyata dapat segera dirasakan tanpa menyisakan polemik di kemudian hari.(Apriandi Tj)



Lebih baru Lebih lama