SAMBAR.ID, Donggala, Sulteng - Kapolda Sulawesi Tengah didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Tengah, Ny. Ida Endi, melakukan kunjungan kemanusiaan ke lokasi terdampak bencana banjir di Kabupaten Donggala pada Selasa (13/1/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung kondisi lapangan serta menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak.
Tinjau Jembatan Putus dan Salurkan Bantuan
Rombongan tiba di lokasi pertama, Desa Labuan Kunguma, sekitar pukul 08.55 WITA. Di sana, Kapolda dan rombongan meninjau kondisi jembatan yang terputus akibat terjangan banjir.
Tidak hanya memantau infrastruktur, Ny. Ida Endi beserta pengurus Bhayangkari secara simbolis menyalurkan bantuan sembako kepada perwakilan masyarakat setempat.
Kegiatan berlanjut ke Posko Bencana Polres Donggala, di mana dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga guna memastikan kondisi fisik masyarakat tetap terjaga pascabencana.
Trauma Healing untuk Korban Rumah Hanyut
Setelah dari Desa Labuan Kunguma, rombongan bergerak menuju Dusun III Desa Wani I. Di lokasi ini, Kapolda melihat langsung kondisi rumah-rumah warga yang hanyut terbawa arus banjir.
Selain memberikan bantuan logistik, tim juga menggelar kegiatan trauma healing. Langkah ini diambil untuk membantu memulihkan kondisi psikologis warga, terutama anak-anak, agar tidak mengalami trauma berkepanjangan akibat bencana yang menimpa mereka.
Dukungan Personel dan Keamanan
Dalam kegiatan ini, Kapolda didampingi oleh sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Sulteng, di antaranya: Wakapolda Sulteng, Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, S.I.K., M.H., Kabid Propam Polda Sulteng, Kombes Pol. Roy Satya Putra, S.I.K., M.H.
Kemudian Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Djoko Wienartono, S.I.K., S.H., M.H serta Kapolres Donggala, AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K., M.Si.
Respon Positif Masyarakat
Kunjungan yang berakhir pada pukul 10.15 WITA ini berjalan dengan aman dan kondusif. Kehadiran pimpinan Polri di tengah lokasi bencana mendapat respon positif dari masyarakat.
Hal ini dinilai sebagai bentuk kehadiran negara dan empati Polri dalam meringankan beban warga yang sedang tertimpa musibah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan stabilitas kamtibmas di wilayah terdampak tetap terjaga, dan proses pemulihan sosial masyarakat dapat berjalan lebih cepat melalui kolaborasi antara aparat dan warga setempat.***









