Diduga Tak Transparan, BUMDes Sungai Nyamuk 2020-2024 Gulung Tikar, Inspektorat Rohil Didesak Turun Tangan

Sambar.id, Rokan Hilir - Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kepenghuluan Sungai Nyamuk, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) periode 2020-2024 menuai polemik. Pasalnya, unit usaha desa yang sempat dikelola oleh saudari Yeni tersebut kini diduga gulung tikar tanpa pertanggungjawaban yang jelas kepada publik.


Berdasarkan hasil investigasi lapangan tim media pada Senin (16/2/2026), ditemukan fakta bahwa kegiatan operasional BUMDes pada masa jabatan lama tersebut telah berhenti total. Kondisi ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat mengenai aliran dana negara yang dikelola selama empat tahun terakhir.


Kesaksian Warga: Pengelolaan Tidak Transparan


Seorang warga Kepenghuluan Sungai Nyamuk yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebut masyarakat tidak pernah mendapatkan informasi terbuka mengenai perkembangan usaha BUMDes saat dipimpin oleh pengelola lama.


"Pengurus BUMDes beberapa tahun lalu yang dikelola Bu Yeni itu tidak jelas. Tidak ada transparansi, sekarang usahanya tutup total alias gulung tikar. Kami tidak tahu uangnya ke mana," ujar sumber tersebut kepada tim investigasi, Senin (16/2).


Berbanding terbalik dengan kondisi sebelumnya, sumber tersebut mengapresiasi langkah pengurus BUMDes saat ini di bawah kepemimpinan Andika yang dinilai lebih terbuka. Saat ini, BUMDes tengah fokus pada budidaya keladi ungu untuk komoditas ekspor.


Tanggapan Datuk Penghulu dan Pengurus Baru


Datuk Penghulu Sungai Nyamuk, Kanang, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Selasa (17/2/2026), mengaku tidak mengetahui detail mengenai kemacetan pengelolaan BUMDes periode lama.


"Kami kurang mengetahui soal pengelolaan (lama) itu karena posisi kami hanya memberikan suntikan dana ke pengelola. Jadi, kami kurang paham teknisnya," jelas Kanang.


Senada dengan hal tersebut, Ketua BUMDes saat ini, Andika, enggan berkomentar banyak mengenai carut-marut masa lalu. Ia menegaskan bahwa pihaknya kini tengah fokus membenahi modal usaha melalui sektor pertanian.


"Kalau kepengurusan tahun lalu, saya tidak tahu dan tidak mau mencampuri. Kami sekarang fokus menjalankan modal untuk budidaya keladi ungu ekspor," kata Andika via telepon WhatsApp, Selasa (17/2).


Andika menambahkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan mantan pengelola, Yeni, terkait adanya permintaan konfirmasi dari awak media. Namun, hingga berita ini ditayangkan, Yeni masih memilih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi.


Inspektorat Rohil Didesak Bertindak


Macetnya informasi mengenai penggunaan dana desa di BUMDes Sungai Nyamuk periode 2020-2024 memicu reaksi keras dari masyarakat. Publik mendesak Inspektorat Kabupaten Rokan Hilir untuk segera turun lapangan melakukan audit investigatif.


Masyarakat menuntut adanya pemeriksaan terhadap saudari Yeni selaku mantan pengelola guna memastikan apakah ada unsur kerugian negara atau penyimpangan anggaran. Hal ini dianggap penting sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, mengingat dana yang dikelola berasal dari pajak rakyat.


Laporan: Tim Jurnalis (Legiman)

Sumber: Konfirm

(Redaksi)

Lebih baru Lebih lama