Genjot PAD, Pemprov Sulteng Luncurkan Program Umroh Gratis bagi Wajib Pajak Taat

Pemprov Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Bapenda resmi meluncurkan program apresiasi ambisius bertajuk “Berani Umroh Gratis Bersama Anwar–Reny/F-Bappenda Sulteng.


SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) resmi meluncurkan program apresiasi ambisius bertajuk “Berani Umroh Gratis Bersama Anwar–Reny”. 


Program ini dirancang khusus sebagai stimulus bagi masyarakat yang menunjukkan kedisiplinan tinggi dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sepanjang tahun anggaran 2026.


Inisiatif ini secara legalitas berpijak pada Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor: 900.1.13.1/05/Bapenda-G.ST/2026. 


Masa berlaku program ditetapkan cukup panjang, yakni mulai 2 Januari hingga 31 Desember 2026, mencakup seluruh titik layanan fiskal, mulai dari kantor Samsat induk hingga layanan Samsat Keliling di seluruh pelosok Bumi Tadulako.


Apresiasi Spiritual dan Penguatan Kepatuhan


Kepala Bapenda Sulteng, Andi Irman, S.STP., MM, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar strategi administratif untuk mengejar target pendapatan, melainkan bentuk penghargaan nyata atas kontribusi masyarakat terhadap pembangunan daerah.


“Kami ingin memberikan apresiasi yang menyentuh sisi spiritual dan sosial masyarakat. Ini adalah penghargaan bagi mereka yang taat membayar PKB tepat waktu. Kami berharap langkah ini dapat menciptakan budaya tertib pajak yang lebih kuat di Sulawesi Tengah,” ungkap Andi Irman dalam keterangannya.


Syarat dan Ketentuan Peserta


Untuk memastikan program ini tepat sasaran bagi wajib pajak yang setia, Bapenda Sulteng menetapkan sejumlah kriteria teknis bagi peserta undian:


Domisili Kendaraan: Wajib terdaftar sebagai objek pajak di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.


Ketepatan Waktu: Pembayaran PKB harus dilakukan sebelum atau tepat pada tanggal jatuh tempo.


Eksklusi: Program ini tidak berlaku bagi unit kendaraan baru (BBN-KB I) maupun kendaraan yang melakukan mutasi masuk dari luar daerah Provinsi Sulawesi Tengah selama tahun berjalan.


Andi Irman menekankan kesederhanaan mekanisme ini. “Prinsipnya sangat mudah, cukup bayar pajak tepat waktu, maka identitas wajib pajak secara otomatis masuk dalam sistem pengundian,” jelasnya.


Distribusi Pemenang dan Inklusivitas


Pemerintah daerah telah menetapkan kuota pemenang sebanyak 13 orang, di mana setiap kursi mewakili satu kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. 


Hal ini dilakukan guna memastikan distribusi apresiasi yang merata dari Buol hingga Banggai Laut.


Menariknya, program ini juga mengedepankan nilai inklusivitas dan toleransi. 


Mengingat keberagaman religius di Sulawesi Tengah, Bapenda telah menyiapkan skema kompensasi bagi pemenang non-Muslim.


 “Jika pemenang yang terpilih adalah non-Muslim, hadiah umroh akan dikonversi menjadi uang tunai dengan nilai nominal yang setara dengan paket umroh tersebut. Jadi, semua warga memiliki hak dan kesempatan yang sama,” tambah Andi Irman.


Dampak Terhadap Pembangunan Daerah


Lebih jauh, peluncuran program ini diharapkan menjadi katalisator dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui peningkatan realisasi PKB, Pemprov Sulteng memproyeksikan penguatan anggaran untuk sektor-sektor vital, terutama pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan dan pendidikan.


Program "Berani Umroh Gratis" ini juga dinilai sebagai manifestasi dari visi politik Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes. 


Kebijakan ini dianggap sejalan dengan komitmen kepemimpinan mereka untuk menghadirkan program-program pemerintah yang menyentuh langsung aspek kesejahteraan dan motivasi sosial masyarakat luas.


Masyarakat diimbau untuk segera melakukan pengecekan masa berlaku pajak kendaraan mereka dan memanfaatkan fasilitas layanan digital maupun konvensional milik Samsat untuk berkesempatan memenangkan hadiah religi tersebut. ***


Lebih baru Lebih lama