Sambar.id Jakarta, 13 Februari 2026 – Di tengah gencarnya upaya kriminalisasi wartawan di Indonesia, Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Online Dwipantara (PWO Dwipa) Feri Rusdiono menyerukan revolusi integritas media.
Dengan empat pilar utama—kemerdekaan pers, sinergi pemerintah-media, perlindungan lingkungan, dan profesionalisme jurnalis— ia yakin kepercayaan masyarakat hanya lahir dari komitmen tegas pada kebenaran dan keadilan.
Feri Rusdiono menegaskan, "Kemerdekaan pers adalah tulang punggung demokrasi.
Tanpa itu, transparansi runtuh dan akuntabilitas pemerintah jadi ilusi.
"Ia mendorong program edukasi lintas sektor untuk kuatkan kepercayaan publik, sekaligus sinergi pemerintah-media guna tingkatkan pelayanan publik yang akuntabel.
Tak luput pula apresiasinya pada tindakan aparat hukum tegas terhadap pertambangan ilegal.
"Pengelolaan sumber daya alam harus berkelanjutan, bukan dirampok demi segelintir elit," tegasnya, menyoroti urgensi lingkungan sebagai isu nasional.
Di era digital yang penuh hoaks, Feri menekankan profesionalisme sebagai benteng utama. "Independensi redaksi, etika jurnalistik, dan literasi digital bukan pilihan, tapi kewajiban.
Hanya dengan integritas, media bisa berpihak pada kepentingan bangsa," ujarnya. Langkah Tegas Cegah Kriminalisasi Wartawan.
Feri Rusdiono tak hanya bicara visi, tapi tawarkan solusi konkret untuk hentikan kriminalisasi wartawan yang merajalela.
Ia usulkan delapan langkah strategis:
1. Tingkatkan profesionalisme wartawan melalui kompetensi, kode etik, dan prinsip kebenaran-keadilan.
2. Edukasi masyarakat agar paham peran wartawan dalam demokrasi dan verifikasi informasi.
3. Dorong perlindungan hukum dari pemerintah untuk tangani kekerasan dan intimidasi.
4. Junjung kebebasan pers dengan revisi UU pembatas.
5. Kolaborasi dengan UNESCO dan organisasi internasional untuk kesadaran global.
6. Aktifkan masyarakat sipil dalam pantau dan laporkan kasus intimidasi.
7. Perkuat pendidikan jurnalistik untuk tingkatkan kompetensi.
8. Bangun mekanisme pengaduan efektif bagi korban.
"Dengan langkah ini, kita bukan hanya cegah kriminalisasi, tapi bangun pers bebas yang kuat untuk Indonesia maju," pungkas Feri.
Seruan ini datang di saat kasus intimidasi wartawan meningkat, mengancam demokrasi kita semua.
PWO Dwipa siap kolaborasi dengan stakeholders untuk wujudkan agenda tersebut. (Red/ Atin Mulia A)









