Kader Partai PDI-P Perjuangan H.Abdul Kodir Membantah Atas Dugaan Keterlibatan Mengelola Dapur MBG


Sambar.id Cirebon - Seorang kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Magetan, H. Abdul Kodir, tengah menjadi perhatian publik. Hal ini terkait dengan dugaan keterlibatannya dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).


Isu mengenai Abdul Kodir yang diduga mengelola SPPG bermula dari keterangan masyarakat Desa Wiyong,Kecamatan Susukan ,Kabupaten Cirebon , (AP)yang menyebutkan bahwa salah satu SPPG tersebut milik dari H. Abdul Kodir yang merupakan Dewan DPRD Fraksi PDIP kabupaten Cirebon,dengan keterangan menyebutkan adanya dugaan pemanfaatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh kader PDIP.


Menanggapi hal tersebut, ketua DPC PDIP kabupaten Cirebon,Rudiana menyampaikan lewat pesan singkatnya, belum mengetahui adanya laporan prihal kader PDIP mengelola SPPG, dirinya akan memanggil kader PDIP tersebut untuk melakukan klarifikasi adanya dugaan keterlibatan dalam dapur MBG.


Lanjut ketua DPC PDIP sebagai Kader kita tentunya harus patuh atas apapun intruksi partai, pasti akan kita panggil tentunya dulu benar tidaknya dan kalau membandel tidak mau mengikuti intruksi partai tersebut kita berikan saksi partai sesuai yang ada di intruksi partai pusat," Ujar Ketua DPC PDIP.


Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI Perjuangan sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran (SE) yang menginstruksikan seluruh kader untuk tidak memanfaatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG),"dan berkecimpung di dalamnya.


"Betul, surat tersebut untuk internal Partai sebagai jawaban untuk menegaskan bahwa Partai selama ini tidak pernah mengizinkan adanya kepentingan orang per orang untuk ikut terlibat dalam "bisnis" MBG," kata Politikus PDIP Guntur Romli kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).


Guntur menegaskan bahwa partai menolak program kerakyatan dikomersialisasikan. "Dengan adanya larangan tersebut sikap Partai sangat jelas. MBG adalah program pemerintah untuk rakyat dan dalam pelaksanaannya tidak boleh ada komersialisasi atas program kerakyatan tersebut," katanya.


Sementara itu H.Abdul Kodir membantah dirinya terlibat dalam pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis(MBG) Desa Wiyong,Kecamatan Susukan,Kabupaten Cirebon, Dapur MBG apa" Saya tidak tau (ya Mbuh) terkait surat edaran dari Ibu Megawati atau dewan pengurus pusat(DPP) kepada wartwan 12/26,"Pungkasnya.(Juli) 

Lebih baru Lebih lama