SAMBAR.ID, Parimo, Sulteng - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mempertegas komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian berbasis hilirisasi. Langkah ini ditandai dengan peresmian fasilitas packing house milik PT Pondok Durian Sulawesi di Desa Masari, Kecamatan Parigi Selatan, Jumat (27/3/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid. Mewakili Bupati Parigi Moutong H. Abdul Sahid, Wakil Bupati Parimo menyampaikan bahwa kehadiran Gubernur merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah provinsi terhadap pengembangan komoditas unggulan daerah.
"Durian Parimo memiliki kualitas luar biasa dari segi rasa dan aroma. Tantangan kita saat ini adalah meningkatkan kualitas pascapanen dan menjaga standar mutu agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional," ujar Wakil Bupati dalam sambutannya.
Pusat Standarisasi dan Ekspor
Keberadaan packing house ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan industri. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat pengolahan, sortasi, grading, hingga pengemasan modern untuk memastikan produk memenuhi standar global.
“Melalui proses yang modern ini, kita berharap durian Parigi Moutong mampu menembus pasar ekspor secara berkelanjutan,” tambahnya.
Potensi dan Rekor Ekspor
Kabupaten Parimo memiliki modal besar di sektor perkebunan dengan luas lahan mencapai 3.833,49 hektare yang tersebar di 23 kecamatan. Luas wilayah ini didukung oleh area pengembangan potensial hingga 15.354 hektare.
Catatan gemilang sebelumnya telah ditorehkan pada Februari 2026, di mana Parimo berhasil melakukan ekspor perdana durian sebanyak 27 ton ke China.
Capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan pemerintah provinsi.
Dampak Ekonomi Inklusif
Pemerintah berharap investasi PT Pondok Durian Sulawesi tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja serta menciptakan ekosistem usaha yang menguntungkan bagi petani lokal.
"Momentum ini menunjukkan bahwa Parigi Moutong terbuka bagi investasi produktif yang berorientasi pada penguatan sumber daya lokal dan peningkatan nilai tambah komoditas unggulan," pungkas Wakil Bupati.***






.jpg)



