Kapolsek Moutong Klarifikasi Insiden di Desa Lobu: Itu Penambang Tradisional, Bukan PETI Alat Berat

KAPOLSEK MOUTONG, AKP Felix Alfins Saudale, memberikan klarifikasi resmi terkait penertiban tambang di Desa Lobu dan membenarkan adanya Korban di wilayah hukumnya/F-IST Pijar sulteng.com


SAMBAR.ID, Parimo, Sulteng – Kapolsek Moutong, AKP Felix Alfins Saudale, memberikan klarifikasi resmi terkait insiden tewasnya seorang penambang di Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, yang terjadi pada Sabtu (18/4/2026) dini hari.


Dalam keterangannya, AKP Felix meluruskan narasi yang beredar mengenai status aktivitas pertambangan di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa yang memakan korban jiwa berinisial I tersebut bukan terjadi di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang menggunakan alat berat.


Bukan Aktivitas Ilegal Alat Berat


AKP Felix menekankan bahwa korban merupakan penambang tradisional yang merupakan warga lokal. Aktivitas tersebut menurutnya telah dilakukan oleh warga setempat secara turun-temurun.


"Kami luruskan bahwa mereka adalah penambang tradisional atau warga yang sudah turun-temurun menambang di wilayah Desa Lobu. Jadi, bukan penambang ilegal yang menggunakan alat berat," ujar AKP Felix saat dikonfirmasi media ini, Minggu, (19/4/2026) via pesan singkat WhatsAppnya.


Kronologi dan Respons Kepolisian


Pihak kepolisian membenarkan adanya korban jiwa dalam insiden longsor tersebut. Korban berinisial I merupakan warga Desa Lobu yang sedang melakukan aktivitas penambangan secara manual.


Terkait pemberitaan di sejumlah media online yang menyebut dirinya sulit dihubungi, AKP Felix memberikan penjelasan. Ia membantah jika disebut enggan memberikan keterangan atau "bungkam" kepada awak media.




Kendala Komunikasi: Kesibukan tugas dan pelaksanaan ibadah menjadi alasan keterlambatan respons.


Keamanan Nomor: Adanya banyak nomor telepon baru yang masuk secara bersamaan sehingga tidak semua terlayani seketika.


Kemitraan Media: Kapolsek menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kemitraan yang baik dengan insan pers.


"Mohon disampaikan kepada rekan-rekan media, saya bukannya bungkam. Saat itu saya sedang sibuk dan bertepatan sedang menjalani ibadah. Tidak benar apa yang diberitakan di sejumlah media online tersebut. Kami tetap menjaga kemitraan dengan media," pungkasnya.**

Lebih baru Lebih lama