Sambar.id DONGGALA — Dinamika politik di DPRD Kabupaten Donggala kembali memanas. Partai Nasional Demokrat (NasDem) dikabarkan mengusulkan pergantian Moh Taufik dari jabatan Ketua DPRD Donggala, meski masa jabatannya baru berjalan kurang dari dua tahun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, posisi strategis tersebut rencananya akan dialihkan kepada sesama kader NasDem, Moh Yasin Lataka, politisi asal Kecamatan Balaesang.
Sumber menyebutkan, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Tengah dijadwalkan mengirimkan surat resmi ke DPRD Donggala pada Rabu (18/2/2026). Surat itu diduga kuat menjadi pintu masuk formal proses pergantian pimpinan legislatif di daerah tersebut.
Namun hingga kabar ini mencuat, belum ada pernyataan resmi baik dari DPRD Donggala maupun DPW NasDem Sulawesi Tengah terkait alasan di balik langkah politik tersebut. Absennya penjelasan publik memunculkan spekulasi—apakah ini bagian dari konsolidasi internal partai, evaluasi kinerja, atau dinamika kekuasaan yang lebih dalam.
Moh Taufik sendiri baru dilantik sebagai Ketua DPRD Donggala pada 26 September 2024 untuk masa jabatan 2024–2029. Ia merupakan legislator dari daerah pemilihan Donggala II, mewakili Partai NasDem yang keluar sebagai peraih kursi terbanyak pada Pemilu Legislatif 2024.
Politisi asal Desa Wani, Kecamatan Tanantovea itu sebelumnya dipercaya memimpin DPRD sebagai representasi kekuatan politik utama di parlemen daerah. Pergantian di tengah jalan tentu menjadi sorotan, mengingat posisi Ketua DPRD bukan sekadar jabatan administratif, melainkan simbol kendali arah kebijakan legislatif.
Jika usulan ini benar-benar direalisasikan, maka Moh Yasin Lataka akan naik menggantikan posisi puncak di DPRD Donggala untuk sisa masa jabatan hingga 2029.
Situasi ini menegaskan satu hal: politik lokal Donggala tengah bergerak dinamis. Publik kini menunggu keterbukaan NasDem—apakah pergantian ini dilandasi kepentingan kelembagaan dan kinerja, atau sekadar rotasi kekuasaan di internal partai.
Laporan: Abu Bakar






.jpg)



