Sambar.id Donggala - Dinas Lingkungan Hidup Pertanahan, dan Kawasan Permukiman Kabupaten Donggala mengakui pengelolaan sampah di kawasan wisata bahari saat ini masih menghadapi tantangan besar terkait keterbatasan fasilitas dan sumber daya manusia. Meskipun langkah normatif seperti pemilahan dan pengangkutan telah berjalan, namun pelaksanaannya dinilai belum optimal sesuai harapan masyarakat.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Persampahan dan Limbah B3 DLH Donggala, Syahrir, dalam dialog Palu Menyapa di studio Pro 1 RRI Palu pada Jumat, 3 April 2026 mengungkapkan, volume sampah yang dihasilkan tidak sebanding dengan ketersediaan sarana prasarana yang dimiliki. Kondisi ini di perumit dengan posisi kawasan wisata bahari yang berada di perbatasan antara darat dan laut sehingga penanganan harus dilakukan secara ganda.
"Kita tidak berbicara sampah darat saja, tapi kita juga berbicara sampah yang ada di laut," ucap Syahrir.
Syahrir menjelaskan, luas wilayah cakupan layanan persampahan di Donggala saat ini belum seimbang dengan ketersediaan anggaran operasional dan personel di lapangan. Hal ini memicu terjadinya penumpukan sampah di titik-titik tertentu yang sulit dijangkau secara rutin oleh armada pengangkut dari dinas terkait.
"Sumber daya ada, operasional apa segala macam memang belum seimbang dengan luas wilayah dan cakupan sampah yang harus kami tangani," ucapnya.
Pihak DLH Donggala kini mulai mendorong penerapan konsep pengelolaan sampah langsung dari sumbernya, terutama bagi para pengelola destinasi wisata. Langkah ini dianggap sebagai solusi paling ideal untuk menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) setiap harinya.
"Idealnya memang harus diolah di sumber, kami mengharapkan pengelola wisata bisa menangani atau mengelola sampah yang ada di sumbernya," ucapnya.
Selain peran pengelola wisata, sinergi antara pemerintah dan kesadaran masyarakat pengunjung juga menjadi faktor penentu keberhasilan kebersihan lingkungan bahari. Tanggung jawab kolektif diperlukan agar sampah tidak mencemari ekosistem laut yang menjadi daya tarik utama pariwisata di Kabupaten Donggala.
"Peran masyarakat juga penting, pemerintah juga penting, karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama," ucap Syahrir.
Melalui penguatan literasi dan penyediaan fasilitas yang lebih memadai, Pemkab Donggala optimis kualitas lingkungan di kawasan wisata dapat terus ditingkatkan. Harapannya, keasrian wisata bahari Donggala tetap terjaga sebagai aset ekonomi kreatif dan kelestarian alam bagi generasi mendatang.(Abubakar)






.jpg)



