PMBIE Gaungkan Perdalangan ke Pendidikan Nasional, Satukan Budaya, Lingkungan, dan UMKM di Hadapan Elite Negara

Sambar.id, Jakarta,  — Ketua Umum Persatuan Muda Berkarya Indonesia Emas (PMBIE), Irmawati S.I.Kom, tampil memimpin gerakan kebudayaan yang tak sekadar simbolik, tetapi sarat arah dan keberpihakan. Minggu 19 April 2026


Dalam gelaran seni campur sari yang berlangsung meriah, Irmawati menjadikan panggung sebagai ruang strategis untuk menyuarakan aspirasi rakyat—dari pelestarian budaya hingga isu lingkungan dan ekonomi kerakyatan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, bersama unsur pimpinan negara, tokoh masyarakat, penggiat seni, serta pelaku UMKM lokal. 


Kehadiran mereka mempertegas bahwa panggung budaya bukan sekadar hiburan, melainkan ruang dialog antara rakyat dan pengambil kebijakan.

Didampingi Pembina Hermina dan tim Rosi, serta atas arahan Pembina Harianto, Irmawati menyampaikan langsung pesan masyarakat kepada para pemimpin bangsa. 


Ia menegaskan pentingnya memasukkan seni perwayangan dan pedalangan ke dalam kurikulum pendidikan nasional.

“Wayang bukan hanya tontonan, tetapi tuntunan. Jika tidak masuk ke ruang pendidikan, kita sedang membiarkan identitas bangsa perlahan hilang,” tegasnya.


Tak berhenti pada budaya, Irmawati juga mengangkat isu lingkungan melalui gagasan bus keliling pemantau iklim—sebuah inovasi berbasis kerakyatan untuk mengukur dampak perubahan cuaca terhadap kesuburan tanah.


Program ini menjadi simbol bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan kesadaran ekologis.


Di sisi lain, denyut ekonomi rakyat tampak nyata. Area acara dipenuhi pelaku UMKM yang menyajikan beragam kuliner tradisional Nusantara, memperkuat posisi ekonomi lokal sebagai fondasi ketahanan nasional.

Panggung seni berpadu dengan geliat usaha kecil, menghadirkan wajah nyata kedaulatan ekonomi berbasis rakyat.


Acara juga diramaikan dengan undian berhadiah, mulai dari paket umroh, sepeda motor, hingga peralatan rumah tangga.

Namun substansi kegiatan ini jauh melampaui kemeriahan—ia menjadi panggung artikulasi rakyat, tempat budaya, lingkungan, dan ekonomi bertemu dalam satu narasi besar: kemandirian bangsa berbasis kearifan lokal.


Langkah Irmawati S.I.Kom melalui PMBIE menjadi penegasan bahwa generasi muda bukan hanya pewaris, tetapi penjaga arah. 


Di tengah arus modernisasi, mereka berdiri di garis depan—menyatukan tradisi, ilmu, dan perjuangan demi masa depan Indonesia yang berakar kuat pada budayanya.

Lebih baru Lebih lama