SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah di Hotel Grand Sya, Kota Palu, diwarnai kekecewaan dari para awak media.
Sejumlah jurnalis yang hadir untuk meliput mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pihak panitia penyelenggara pada Rabu (20/5/2026).
Kekecewaan tersebut memuncak usai agenda pembukaan dan sambutan resmi selesai dilaksanakan.
Ketika sejumlah awak media mencoba berkoordinasi terkait transparansi akomodasi dan transportasi peliputan yang sebelumnya telah dijanjikan, Ketua Panitia Musda, Theo Kristian Seleng, dinilai acuh dan terkesan melempar tanggung jawab.
"Pak, bagaimana dengan akomodasi dan transport untuk teman-teman media?" tanya salah satu jurnalis di lokasi.
Bukannya memberikan kejelasan, Theo Kristian Seleng dilaporkan hanya menunjuk ke arah panitia lain lalu pergi berlalu meninggalkan kerumunan wartawan. Sayangnya, saat para awak media mendatangi panitia yang ditunjuk, mereka justru kembali dioper (di-pingpong) tanpa ada kepastian.
Sikap tidak profesional dan saling lempar tanggung jawab dari pihak panitia ini sontak memicu kekesalan para kuli tinta yang merasa kerja kerasnya dalam menyebarluaskan informasi tidak dihargai.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Panitia Musda VIII Kadin Sulteng belum memberikan klarifikasi atau konfirmasi resmi terkait insiden tersebut.***







.jpg)



