Sambar.id, BEKASI |
Cikarang Utara - Kebakaran hebat melanda Pasar Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Minggu (17/5/2026) malam. Menanggapi peristiwa aktual tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Dr. Asep Surya Atmaja, langsung meninjau lokasi kejadian. Beliau menegaskan akan melakukan evaluasi total hingga membongkar bangunan pasar yang dinilai sudah tidak layak.
Kronologi Kebakaran dan Dugaan Penyebab
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada pukul 19.40 WIB. Api diduga kuat berasal dari hubungan arus pendek listrik (korsleting). Kobaran api dengan cepat menghanguskan delapan lapak milik pedagang kaki lima (PKL).
Dr. Asep Surya Atmaja langsung meluncur dari Bandung menuju lokasi setelah menghadiri acara bersama Gubernur Jawa Barat. Kebakaran ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk membenahi kondisi pasar yang dinilai semakin semrawut.
Pasar Cikarang Bakal Disulap Jadi Pasar Tradisional Modern
Pemkab Bekasi berencana melakukan penilaian (assessment) menyeluruh terhadap pasar seluas 2,5 hingga 2,6 hektare ini. Asep menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki opsi ekstrim untuk meratakan bangunan guna menghilangkan masalah pasar tumpah.
"Kami akan mempertimbangkan opsi perapian hingga pembongkaran total bangunan apabila hasil evaluasi menyatakan kondisi pasar sudah tidak layak," ujar Asep di lokasi, Minggu (17/5/2026).
Asep menambahkan, Pemkab Bekasi akan mengembangkan konsep pasar tradisional modern dengan sistem klaster yang rapi. Format baru ini dirancang untuk memisahkan komoditas dagangan secara spesifik.
• Area khusus ikan akan dikelompokkan tersendiri.
• Area khusus sayur akan ditempatkan di blok tertentu.
• Area khusus buah akan ditata pada klaster khusus.
Selain masalah penataan lapak, banjir yang kerap meluber hingga ke jalan raya juga menjadi target pembenahan dalam proyek revitalisasi ini.
Soroti Isu Prostitusi di Lapak PKL
Dalam tinjauan mendadak tersebut, Plt Bupati Bekasi juga menerima laporan mengejutkan mengenai adanya dugaan praktik prostitusi. Praktik ilegal tersebut ditengarai memanfaatkan area lapak PKL yang selama ini kosong karena enggan ditempati pedagang.
Asep merespons tegas informasi baru tersebut. Ia memastikan penegakan hukum akan segera berjalan di kawasan pasar.
"Kami akan melakukan penindakan tegas dan memindahkan lokasi tersebut jika terbukti ada praktik prostitusi," kata Asep dengan nada geram.
Untuk mengeksekusi langkah cepat ini, Asep akan mengundang seluruh dinas terkait bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi pada pekan ini. Pemkab Bekasi berupaya agar anggaran penataan pasar dapat segera dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Jeritan dan Harapan Pedagang Pasar Cikarang
Kondisi Pasar Cikarang saat ini memang dikeluhkan oleh para pedagang dan pembeli. Area parkir yang semrawut dan banyaknya lapak liar di luar pasar dituding menjadi penyebab utama kemacetan lalu lintas yang parah.
Salah satu perwakilan pedagang menaruh harapan besar pada rencana perombakan yang diinisiasi oleh Plt Bupati Bekasi.
"Kami sangat memohon kepada pemerintah supaya menempatkan pedagang di lokasi yang layak. Pembeli akan merasa nyaman dan akses jalan tidak akan terganggu jika area parkir serta mobil bongkar muat berada di dalam pasar," harap perwakilan pedagang tersebut.
Pedagang kini hanya bisa bersabar menanti realisasi janji Pemkab Bekasi. Mereka mendambakan lingkungan pasar yang lebih tertib, aman, bersih, dan nyaman untuk aktivitas jual-beli sehari-hari.
Sumber: Pemkab Bekasi
Laporan: Tim Jurnalis
(@sambar.id/Red)











.jpg)



