SAMBAR.ID, Jakarta - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, memimpin langsung audiensi bersama Kementerian PPN/Bappenas di Menara Bappenas, Jakarta, Senin (18/5/2026). Pertemuan ini melidiki percepatan dukungan pembiayaan untuk sejumlah Proyek Strategis Daerah (PSD) di Sulawesi Tengah.
Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal antara Gubernur Sulawesi Tengah dan Kementerian PPN/Bappenas pada Januari lalu. Fokus utama pembahasan meliputi hilirisasi kelapa dalam, pengembangan perikanan tuna-cakalang-tongkol (TCT), wisata bahari, serta pengembangan rumput laut.
"Pelaksanaan proyek-proyek strategis ini merupakan upaya percepatan pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Tengah," ujar Reny Lamadjido dalam paparannya.
Menurut Reny, koordinasi langsung ini sangat penting untuk menyinkronkan usulan daerah dengan kebijakan fiskal dan mekanisme penganggaran pusat.
Ia memastikan seluruh usulan PSD tersebut telah selaras dan tercantum dalam Dokumen RPJMN 2025–2029 (Perpres No. 12/2025) serta RPJMD Sulawesi Tengah 2025–2029 (Perda No. 1/2025).
"Usulan kami telah memenuhi persyaratan perencanaan pembangunan. Kami berharap langkah ini segera diikuti dengan dukungan pembiayaan atau alokasi anggaran dari Pemerintah Pusat," tambah Wagub.
Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Sulteng memaparkan sejumlah potensi daerah yang siap dikembangkan. Salah satunya adalah proyek hilirisasi kelapa di Kabupaten Parigi Moutong yang diproyeksikan mampu mendongkrak nilai tambah ekonomi hingga 3,3 kali lipat.
Selain itu, dipaparkan juga kesiapan kawasan perikanan TCT di wilayah Donggala, Parigi Moutong, dan Banggai Laut.
Melalui audiensi ini, Pemprov Sulteng berharap Pemerintah Pusat memberikan dukungan penuh agar proyek-proyek tersebut dapat segera terealisasi demi memicu pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat kontribusi Sulteng terhadap pembangunan nasional.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Staf Khusus Menteri PPN Sukmo Harsono, Tenaga Ahli Menteri Frans B.M. Dabukke, Prof. Bayu Dwi Apri Nugroho, serta para kepala daerah dan OPD dari Kabupaten Banggai Laut, Banggai Kepulauan, Parigi Moutong, dan Donggala.***








.jpg)



