SAMBAR.ID, SINJAI – Fajar belum sepenuhnya menyingsing ketika kabar duka itu menyebar dari mulut ke mulut dan melalui pesan singkat.
Dr. Pagga Kantoro, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sinjai, mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (27/6/2026) dini hari setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya.
Kepergian almarhum bukan sekadar kehilangan seorang pejabat pemerintahan. Kabupaten Sinjai kehilangan salah satu putra terbaiknya, sosok birokrat yang dikenal santun, rendah hati, dan mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk pelayanan publik.
Sepanjang perjalanan kariernya, Dr. Pagga menorehkan jejak pengabdian di berbagai posisi strategis.
Ia pernah mengemban amanah sebagai Kepala Seksi Infrastruktur dan Kemitraan Pemuda pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sinjai, Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Sinjai, hingga Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Sinjai, sebelum akhirnya dipercaya menjabat sebagai Sekretaris DLHK Sinjai.
Di mata rekan-rekan sejawat, almarhum adalah figur yang tenang dan tidak banyak bicara, tetapi setiap keputusan dan langkahnya selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ia bukan tipe pemimpin yang mencari sorotan, melainkan pekerja yang memilih mengabdi dalam kesederhanaan.
Duka mendalam juga dirasakan oleh kalangan media di Kabupaten Sinjai. Pentolan Sambar.id, Dzoel SB, mengaku sangat kehilangan atas kepergian sosok yang selama ini dikenalnya sebagai pribadi yang bersahaja dan mudah membangun komunikasi dengan siapa saja.
"Kami sangat kehilangan. Almarhum bukan hanya seorang pejabat, tetapi juga sahabat yang hangat, rendah hati, dan memiliki kepedulian besar terhadap daerah ini. Beliau selalu terbuka, menghargai semua orang, dan tidak pernah memandang seseorang dari jabatan atau latar belakangnya," ujar Dzoel SB dengan nada penuh duka
Menurutnya, kepergian Dr. Pagga meninggalkan ruang kosong yang tidak mudah diisi. Di tengah dinamika birokrasi, almarhum hadir sebagai figur yang meneduhkan, menjadi penghubung yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan insan pers.
Kini, sosok itu telah pergi. Namun, dedikasi, ketulusan, dan jejak pengabdiannya akan tetap hidup dalam ingatan banyak orang.
Di balik kabar duka ini, Sinjai kembali diingatkan bahwa manusia terbaik sering kali bukan mereka yang paling banyak bicara, melainkan mereka yang diam-diam mengabdikan hidupnya untuk orang lain.
Selamat jalan, Dr. Pagga Kantoro. Pengabdianmu telah usai, tetapi kenangan tentang kebaikanmu akan tetap tinggal di hati banyak orang. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahmu, melapangkan kuburmu, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.








.jpg)



