SAMBAR.ID, Sigi, Sulteng - Pernyataan Bupati Sigi Moh. Rizal Intjenae dalam sambutannya saat pelantikan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sigi baru-baru ini menjadi sorotan sejumlah kalangan.
Beberapa tokoh masyarakat menilai diksi dan cara penyampaian yang disampaikan dalam forum resmi tersebut kurang mencerminkan etika komunikasi yang semestinya dijaga oleh seorang pejabat publik.
Acara pelantikan yang dihadiri unsur Forkopimda, pengurus olahraga, serta tokoh masyarakat itu diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi dalam memajukan dunia olahraga di Kabupaten Sigi.
Namun, sebagian peserta menilai terdapat penyampaian yang dianggap terlalu lugas sehingga memunculkan beragam tanggapan.
Salah seorang tokoh masyarakat Sigi yang enggan disebutkan namanya mengaku prihatin atas pernyataan tersebut. Menurutnya, setiap ucapan seorang kepala daerah memiliki dampak terhadap citra pemerintah dan kepercayaan masyarakat.
"Sebagai pemimpin daerah, setiap kata yang diucapkan Bupati mencerminkan wibawa pemerintah daerah. Kami memahami gaya kepemimpinan yang ingin lebih cair, tetapi dalam forum resmi tetap diperlukan kehati-hatian dalam memilih diksi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun ketersinggungan," ujarnya.
Ia menambahkan, pejabat publik merupakan teladan bagi masyarakat sehingga komunikasi yang santun dan beretika menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, penyampaian pendapat yang kurang tepat dalam ruang publik berpotensi memengaruhi citra institusi dan mengganggu upaya membangun sinergi di tengah masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Bupati Sigi terkait sorotan yang berkembang mengenai pernyataan tersebut.**
Sumber : FB Info Kabupaten Sigi.










