Sambar.id, BEKASI |
Cikarang - Pihak Sekolah Dasar Negeri (SDN) Waluya 01, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi secara terbuka mendeklarasikan komitmennya untuk menyelenggarakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 secara bersih, jujur, dan transparan. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh proses penerimaan siswa baru terbebas dari segala bentuk pungutan liar (pungli) maupun penyuapan.
Plt. Kepala Sekolah SDN Waluya 01, Achmad Syahroni, S.Pd.I, menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB di sekolahnya berjalan sesuai aturan yang berlaku demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan calon peserta didik.
"Kami telah melaksanakan SPMB dengan baik. Saya berharap perjalanan proses untuk penerimaan siswa baru di SDN Waluya 01 tidak adanya gratifikasi dan tidak adanya pungli. Semuanya no pungli, no gratifikasi," ujar Achmad Syahroni saat memberikan keterangan resmi di ruang kerjanya di SDN Waluya 01, Cikarang Utara.
Komitmen ini tidak hanya disuarakan oleh pimpinan sekolah, melainkan juga didukung penuh oleh seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan. Dalam deklarasi bersama yang dilakukan di lingkungan sekolah, para guru secara bergantian menyuarakan penolakan terhadap praktik koruptif demi menjaga integritas institusi pendidikan.
"Katakan tidak pada pungli, katakan tidak pada gratifikasi! Transparansi dan jujur, say no to suap," seru para guru dan staf SDN Waluya 01.
Melalui langkah ini, pihak sekolah juga mengajak masyarakat dan para orang tua murid untuk tidak ragu mendaftarkan anak-anak mereka di SDN Waluya 01. Pihak sekolah menjamin bahwa proses seleksi dan administrasi akan berjalan objektif tanpa adanya biaya terselubung.
"Mari bergabung dengan SDN Waluya 01 dalam proses SPMB tahun pelajaran 2026/2027. No pungli, no suap, no gratifikasi," tegas seluruh jajaran staf sekolah.
Sumber: Jajaran Sekolah SDN Waluya 01/Cikarang Utara
(@sbr_id/red)













