Audiensi Dengan Menteri ESDM, Gubernur Sulteng Dorong Keadilan DBH untuk Daerah Penghasil dan Pengolah Nikel

GUBERNUR SULTENG, Dr. H. Anwar Hafid bersama Ketua DPRD Sulawesi Tengah H. Arus Abdul Karim bertemu dengan Menteri (ESDM) RI Bahlil Lahadalia/F-IST Doc FB Anwar Hafid.


SAMBAR.ID, Jakarta -Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid bersama Ketua DPRD Sulawesi Tengah H. Arus Abdul Karim dan jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Bahlil Lahadalia. 


Pertemuan tersebut membahas pentingnya keadilan bagi daerah yang berkontribusi terhadap pengelolaan sumber daya alam nasional, baru baru ini.


Dalam pertemuan itu, Gubernur Anwar Hafid menyoroti posisi Kabupaten Morowali dan Morowali Utara yang kini tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil nikel. 


Kedua wilayah tersebut telah berkembang menjadi kawasan industri pengolahan berskala besar dan memiliki peran penting dalam rantai industri nasional.


Atas perkembangan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendorong agar posisi Morowali dan Morowali Utara dapat dipertimbangkan secara lebih menyeluruh dalam kebijakan Dana Bagi Hasil (DBH).


Menurut Anwar Hafid, kontribusi daerah tidak semata-mata dilihat dari aktivitas produksi bahan mentah, tetapi juga dari peran dalam proses pengolahan dan penciptaan nilai tambah.




“Jika daerah sudah menjadi bagian dari proses pengolahan dan memberikan nilai tambah bagi industri nasional, maka kontribusi tersebut juga harus tercermin dalam kebijakan fiskal,” ujar Anwar.


Dorongan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memastikan kebijakan pembagian hasil sumber daya alam dapat mempertimbangkan perkembangan ekonomi dan kontribusi daerah secara lebih proporsional, khususnya bagi wilayah yang menjadi pusat produksi sekaligus pengolahan sumber daya mineral.


Pertemuan dengan Menteri ESDM diharapkan dapat membuka ruang pembahasan lebih lanjut mengenai formula dan kebijakan DBH yang mampu mengakomodasi perubahan peran daerah penghasil, termasuk daerah yang kini telah berkembang menjadi pusat industri pengolahan.**/Red.

Lebih baru Lebih lama