SAMBAR.ID, Mateng, Sulbar - Kebahagiaan dan rasa syukur menyelimuti Pondok Pesantren Baiturrahman Sulobaja yang terletak di Jalan Anggrek, Dusun Bunga Melati, Desa Sulobaja, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Pasalnya, pondok pesantren tersebut kini resmi menerima bantuan instalasi filtrasi air bersih melalui program IHSAN (Instalasi Air, Hygiene, dan Sanitasi).
Bantuan filtrasi air bersih berupa unit Water Treatment Plant (WTP) ini diserahkan langsung oleh tim ZISWAF CT ARSA Foundation bekerja sama dengan PT ELI. Penyerahan fasilitas tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar sanitasi dan ketersediaan air minum yang sehat bagi para santri serta masyarakat sekitar.
Sebelum adanya bantuan ini, para santri harus mempergunakan dan mengonsumsi air yang kondisinya kotor serta keruh. Perubahan mencolok terlihat dari sampel air lama berwarna kekuningan dibandingkan dengan hasil filtrasi baru yang sangat bening dan jernih.
Air hasil pengolahan ini tak hanya dapat digunakan untuk bersuci dan mandi, namun juga sangat aman serta layak untuk dikonsumsi langsung.
Direktur ZISWAF CT ARSA, Dr. H. M. Wahib, MH, M.Si, menjelaskan bahwa ZISWAF CT ARSA merupakan lembaga filantropi Islam yang didirikan oleh Bapak Chairul Tanjung (CT) dan Ibu Anita Ratnasari Tanjung (ARSA) untuk mendukung visi misi CT ARSA Foundation dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas, kesehatan optimal, serta pemberdayaan masyarakat.
"Selain di bidang pendidikan dan kesehatan, kami memiliki konsen pada program IHSAN (Instalasi Air, Hygiene, dan Sanitasi). Melalui fasilitas WTP ini, bantuan telah disalurkan ke beberapa komunitas dan pondok pesantren di berbagai Provinsi, seperti di Konawe dan Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), serta Pondok Pesantren Baiturrahman Al-A'la di Mamuju Tengah," ujar Dr. H. M. Wahib, Ahad, (16/8/2026).
Beliau menambahkan bahwa program ini bertujuan memastikan para santri dapat mengonsumsi air yang layak sesuai standar kesehatan. Menariknya, teknologi pengolahan air ini juga mengusung konsep ramah lingkungan dan mampu memberikan nilai pemberdayaan ekonomi bagi pesantren.
"Keunggulan dari produk ini adalah tidak mengebor air sumur, melainkan mengolah air permukaan sehingga tetap menjaga kelestarian lingkungan. Alat ini mampu memproduksi hingga 1.500 liter air bersih per jam yang siap minum.
Dari sisi pemberdayaan, masyarakat sekitar yang membutuhkan air bersih dapat berpartisipasi melalui infak/sedekah dengan nilai yang jauh lebih terjangkau dibanding membeli air galon biasa.
Dana sedekah yang terkumpul nantinya dikelola oleh pesantren untuk biaya operasional, investasi, hingga mendukung keberlanjutan pendidikan santri," tambahnya.
Pimpinan dan para santri Pondok Pesantren Baiturrahman turut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh muzaki dan donatur yang telah menyalurkan zakat, infak, serta sedekahnya melalui ZISWAF CT ARSA Foundation.
Hadirnya fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan taraf kesehatan, kenyamanan, serta kemandirian pesantren ke depannya.*/Red.











