Protes Kepengurusan Kerukunan Keluarga Laikang, Massa Soroti Transparansi

BULUKUMBA SAMBAR ID — Aksi unjuk rasa dan konvoi kendaraan yang dipimpin Anto Harlay pada Minggu (25/10/2026) di kawasan Tubung-Tubung, wilayah Kelurahan Tanah Jaya, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, mempersoalkan proses pembentukan kepengurusan Kerukunan Keluarga Besar Karaeng Laikang yang dinilai sejumlah demonstran belum transparan.


Dalam aksi tersebut, demonstran menyoroti proses penyusunan struktur organisasi, penetapan sekretariat, serta keterwakilan masyarakat dalam kepengurusan. Mereka meminta persoalan itu dibahas melalui musyawarah terbuka dengan melibatkan unsur masyarakat setempat.


Anto Harlay selaku koordinator lapangan (korlap) mengatakan, pembentukan organisasi yang menggunakan nama Karaeng Laikang perlu mempertimbangkan aspirasi warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda.


Menurut Anto, keterlibatan berbagai unsur masyarakat diperlukan agar proses pembentukan kepengurusan dapat dibahas secara terbuka dan memperoleh kesepahaman.


Dalam orasinya, Anto juga merujuk Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Namun, penerapan ketentuan tersebut terhadap persoalan internal organisasi perlu ditelaah berdasarkan konteks dan aturan yang berlaku.


“Pemerintah dan pihak terkait harus mengembalikan ini pada musyawarah yang transparan. Keterwakilan warga dan pemuda harus dihargai,” ujar Anto.


Selain mempersoalkan proses pembentukan kepengurusan, pihak demonstran menyampaikan dugaan intimidasi terhadap Andi Surakati, yang mereka sebut sebagai salah satu perintis awal musyawarah pembentukan Kerukunan Keluarga Besar Karaeng Laikang.


Menurut pihak demonstran, Andi Surakati tidak lagi dilibatkan dalam kepengurusan setelah proses pembentukan organisasi berjalan. Mereka juga mempersoalkan susunan pengurus inti yang disebut tidak berdomisili di Kelurahan Laikang.


Pernyataan mengenai dugaan intimidasi, perubahan keterlibatan Andi Surakati, dan domisili pengurus tersebut masih berupa klaim pihak demonstran. Informasi itu belum dapat diverifikasi secara independen, sementara keterangan dari pihak yang dituding maupun pengurus organisasi belum tersedia dalam bahan pemberitaan.


Andi Surakati Minta Musyawarah Terbuka

Andi Surakati selaku penanggung jawab aksi mendesak pihak berwenang memfasilitasi musyawarah untuk membahas polemik kepengurusan. Ia berharap penyelesaian dilakukan secara terbuka dengan melibatkan unsur masyarakat agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut dan tidak mengganggu kerukunan warga.


Andi juga meminta agar penetapan sekretariat organisasi di luar Kelurahan Laikang dibahas kembali melalui musyawarah. Menurutnya, lokasi sekretariat menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapatkan penjelasan dan kesepakatan bersama.


Sementara itu, penjelasan dari pengurus organisasi diperlukan untuk menerangkan mekanisme pembentukan kepengurusan, dasar penetapan sekretariat, serta tanggapan atas keberatan yang disampaikan demonstran. Pemerintah setempat juga perlu dimintai keterangan mengenai kemungkinan fasilitasi musyawarah apabila diperlukan.


Aksi unjuk rasa dan konvoi kendaraan roda dua maupun roda empat tersebut berlangsung aman dan kondusif dengan pengawalan aparat kepolisian dari Polsek Kajang, Polsek Herlang, dan Polsek Bontotiro.


Hingga berita ini disusun, keterangan resmi dari pengurus Kerukunan Keluarga Besar Karaeng Laikang dan pemerintah setempat belum tersedia dalam bahan pemberitaan. Konfirmasi kepada pihak-pihak terkait masih diperlukan agar persoalan kepengurusan, penetapan sekretariat, dan dugaan intimidasi dapat diberitakan secara berimbang.


 Sumber :Haryanto syam


Lebih baru Lebih lama