Akselerasi SDM Unggul: Rektor UNTAD Sebut 11.500 Mahasiswa Telah Tersentuh Program BERANI Cerdas


DUKUNGAN REKTOR UNTAD, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. Dalam pertemuan bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, S.H., M.Si, di ruang kerjanya/F-Tim Media Berani.


SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Visi besar Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido dalam merevolusi sektor pendidikan melalui program BERANI Cerdas mendapat validasi kuat dari dunia akademik. 


Program ini dipandang bukan sekadar bantuan finansial, melainkan instrumen strategis untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Bumi Tadulako.


Dukungan konkret datang dari Rektor Universitas Tadulako (UNTAD), Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. Dalam pertemuan strategis bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, S.H., M.Si, di ruang kerjanya pada Senin (26/01/2026).


Prof. Amar menggarisbawahi dampak eksponensial yang dihasilkan oleh inisiatif ini bagi keberlangsungan studi generasi muda.


Berdasarkan data terbaru yang dihimpun pihak universitas, Program BERANI Cerdas telah menunjukkan penetrasi yang luar biasa. Prof. Amar mengungkapkan bahwa pada tahun ini saja, sebanyak 11.500 mahasiswa UNTAD telah merasakan manfaat langsung dari skema bantuan pendidikan tersebut.


"Secara substansi, kami sangat mendukung. Ini adalah peluang emas bagi anak-anak daerah. Data dari semester lalu menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi, di mana ribuan mahasiswa akhirnya memiliki jaminan untuk menyelesaikan studi mereka tanpa terkendala biaya," ungkap Prof. Amar.

 

Jumlah penerima yang mencapai belasan ribu ini menjadi bukti bahwa program tersebut responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat di tengah tantangan ekonomi global yang kian dinamis.


Urgensi Sinkronisasi dan Tata Kelola Administrasi


Meski memberikan apresiasi tinggi, Prof. Amar menekankan pentingnya aspek akuntabilitas dan transparansi dalam penyaluran dana. Mengingat UNTAD merupakan lembaga di bawah naungan kementerian, sinergi administrasi antara Pemerintah Provinsi dan universitas menjadi syarat mutlak.


Beberapa poin krusial yang menjadi perhatian antara lain:


Integrasi Data: Sinkronisasi antara data kependudukan daerah dengan database akademik kementerian untuk menghindari tumpang tindih bantuan.


Verifikasi Berlapis: Perbaikan mekanisme verifikasi agar bantuan tepat sasaran kepada mereka yang secara akademik layak dan secara ekonomi membutuhkan.


Sinergi Kelembagaan: Penyesuaian regulasi daerah dengan aturan internal perguruan tinggi guna memastikan tata kelola keuangan yang patuh pada audit negara.


"Kita harus memastikan ada harmoni antara kondisi operasional di kampus dengan kebijakan pemerintah daerah. Perbaikan administrasi ini dilakukan justru untuk memproteksi keberlanjutan program ini ke depan agar tidak tersangkut masalah teknis di kemudian hari," jelasnya.


Investasi Jangka Panjang untuk Sulawesi Tengah


Program BERANI Cerdas dinilai sebagai refleksi nyata dari komitmen Gubernur Anwar Hafid dalam menciptakan daya saing daerah. Dengan menjamin akses pendidikan tinggi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sedang membangun pondasi ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy).


Prof. Amar berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan menjadi model kemitraan ideal antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi.


"Harapan kami, visi Pak Gubernur ini berjalan sesuai jalur yang diharapkan. Jika SDM kita kuat dan berpendidikan, maka masa depan Sulawesi Tengah akan jauh lebih cerah dan kompetitif di kancah nasional maupun internasional," pungkas Rektor UNTAD.***


Lebih baru Lebih lama