SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) resmi memperkuat sinergi dengan insan pers untuk memberantas praktik perusakan hutan dan penebangan liar (illegal logging) di wilayah Bumi Tadulako. Langkah ini diambil guna mempercepat akselerasi perlindungan ekosistem yang menjadi program prioritas daerah.
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerjanya pada Senin (26/1/2026), Kepala Dinas Kehutanan Sulteng, Susanto Wibowo, S.Hut, mengajak media untuk menjadi mitra strategis pemerintah sebagai pemantau di lapangan.
Soroti Darurat Perusakan Hutan
Susanto menyoroti maraknya praktik illegal logging yang kian menjamur dan mengancam kelestarian hutan di berbagai kabupaten.
Ia menegaskan bahwa peran media sangat krusial dalam mengungkap jaringan pengusaha kayu nakal yang kerap beroperasi di kawasan hutan lindung.
"Kami butuh kerja sama media untuk membantu mengungkap siapa saja pemain di balik layar. Kita harus satu frekuensi dalam menyelamatkan hutan Sulteng," tegas Susanto.
Sinkronisasi Program Gubernur dan Pusat
Langkah tegas ini merupakan bentuk dukungan terhadap visi Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, M.Si. Susanto menjelaskan bahwa keterlibatan media akan memperkuat langkah pemerintah daerah dalam mencegah kerusakan ekosistem.
Upaya ini juga sejalan dengan langkah Gubernur Anwar Hafid yang baru saja menemui Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, di Jakarta pekan lalu.
Pertemuan tersebut secara khusus membahas strategi pencegahan kerusakan hutan akibat aktivitas pertambangan dan penebangan liar di Sulteng.
Komitmen Melawan Mafia
Di bawah kepemimpinan Anwar Hafid, Dinas Kehutanan berkomitmen untuk tidak memberikan ruang sedikit pun bagi para perusak lingkungan.
Dengan semangat "Tak Boleh Kalah dengan Mafia Ilegal Logging", Dishut Sulteng berharap kolaborasi dengan media dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan kehutanan.
"Dengan menggandeng media, kami berharap segala bentuk permasalahan kehutanan dapat teratasi. Ini demi masa depan generasi kita dan kelestarian ekosistem di wilayah Tadulako," tutup Susanto.***
Sumber : MKTipikor.Id








