Wajah Baru Teluk Palu: Proyek Water Front City dan Kolam Retensi Rampung 100 Persen!

 

Proyek pembangunan Kawasan Palu Water Front City dan Kolam Retensi yang berlokasi di Jalan KH. Wahid Hasyim, Kelurahan Baru, tepatnya di samping Jembatan Palu III/F-IST InfoPalu.


SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Kota Palu kini resmi memiliki ikon pertahanan pesisir sekaligus ruang publik baru. Proyek pembangunan Kawasan Palu Water Front City dan Kolam Retensi yang berlokasi di Jalan KH. Wahid Hasyim, Kelurahan Baru, tepatnya di samping Jembatan Palu III, kini telah memasuki tahap perampungan 100 persen.


Proyek strategis di bawah kendali PU BWSS III wilayah Sulawesi Tengah ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa. 


Kawasan ini dirancang sebagai benteng pertahanan pasca-bencana gempa 2018, sekaligus langkah antisipasi menghadapi ancaman tsunami di masa depan melalui sistem tanggul sungai dan pantai (River Dike & Coastal Dike).


Teknologi Canggih Penahan Banjir


Tanggul sepanjang 1.600 meter ini dibangun menggunakan teknologi khusus yang mampu menahan luapan air sungai serta pasang air laut yang ekstrem. 


Meski fungsi utamanya adalah mitigasi bencana, struktur utama kawasan ini kini telah bertransformasi menjadi area yang estetik dan fungsional.


Fasilitas Publik dan Magnet Ekonomi


Tak hanya menawarkan keamanan, pemerintah juga menyematkan berbagai fasilitas modern untuk meningkatkan kualitas hidup warga Palu, di antaranya:


Kolam Retensi: Sebagai penampung air hujan dan pencegah banjir lokal.


Jalur Pedestrian & Taman: Ruang terbuka hijau untuk pejalan kaki.

Lapangan Mini Soccer: Sarana olahraga bagi masyarakat.

Area UMKM: Wadah khusus bagi pedagang lokal untuk menggerakkan roda ekonomi warga.


Tahap Pemeliharaan




Hal tersebut diungkapkan Penanggung Jawab Pelaksanaan Pekerjaan Water Front City dan Kolam Retensi Andi, dimana seluruh item pekerjaan utama telah diselesaikan dengan baik.


"Terkait pekerjaan, Alhamdulillah sejauh ini sudah selesai rampung 100 persen. Sekarang ini sisa pekerjaan pemeliharaan saja yang perlu penyempurnaan, satu kali sekalian perapian," jelas Andi saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp Selasa, (13/01/2026).


Dengan selesainya proyek ini, kawasan pesisir Teluk Palu diharapkan tidak hanya lebih aman dari ancaman bencana, tetapi juga menjadi pusat gravitasi baru bagi kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat Kota Palu.***

Lebih baru Lebih lama