Operasi SAR H-3 : Tim Gabungan Perluas Pencarian 2 Awak KLM Nur Ainun Balqis di Selat Makassar

TIM SAR GABUNGAN terus mengintensifkan pencarian terhadap dua orang awak kapal KLM Nur Ainun Balqis yang dinyatakan hilang di perairan Selat Makassar, Kabupaten Donggala, Sulteng/F-Hms Basarnas Palu.


SAMBAR.ID, Donggala, Sulteng - Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap dua orang awak kapal KLM Nur Ainun Balqis yang dinyatakan hilang di perairan Selat Makassar, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. 


Hingga memasuki hari ketiga operasi pada Rabu (18/2/2026), keberadaan korban berinisial G (47) dan A (20) masih belum ditemukan.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Palu, Muh. Rizal, S.H., dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa operasi hari ini dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan melakukan briefing kesiapan pasukan dan alut sesuai standar operasional prosedur (SOP) BASARNAS.


"Pukul 07.30 WITA, tim langsung bergerak melanjutkan pencarian dengan mengerahkan KN SAR Baladewa. Area pencarian hari ini diperluas hingga mencapai 509 nautical miles (Nm)," ujar Muh. Rizal.

 

Detail Operasi dan Data Korban


Kapal KLM Nur Ainun Balqis diketahui membawa total 5 orang penumpang (POB). Berikut adalah perkembangan data korban Selamat: Saharudin (47), Muh. Alwi (32), dan Muksin (47). Sementara dalam Pencarian: Gus wan (47) dan Adam (20).


Tim SAR Gabungan menyisir koordinat pencarian dengan track spacing 1 Nm. Titik koordinat area pencarian meliputi area seluas 509 Nm yang membentang di perairan utara dari Dermaga KN SAR Baladewa dengan jarak tempuh sekitar 3 jam perjalanan laut.


Unsur dan Alutsista yang Dikerahkan




Operasi besar ini melibatkan berbagai unsur untuk memaksimalkan penyisiran, di antaranya, Tim Rescue KPP Palu & ABK KN SAR Baladewa, Lanal Palu & Polairud serta Saka SAR dan nelayan setempat.


Selain armada utama KN SAR Baladewa, tim juga menyiagakan rescue car, peralatan komunikasi satelit, serta peralatan medis dan evakuasi lengkap di lokasi.


Kendala di Lapangan


Meski pencarian dilakukan secara masif, tim di lapangan menghadapi sejumlah tantangan berat. Muh. Rizal menyebutkan ada tiga kendala utama:


*Luasnya area pencarian yang harus disisir.


*Ketidakpastian titik koordinat tepat saat kapal tenggelam.

 

*Faktor cuaca yang kurang bersahabat, di mana tinggi gelombang mencapai 1,25 hingga 2 meter dengan kecepatan angin hingga 24 knots dari arah utara.


Pihak Basarnas menegaskan akan terus melaporkan perkembangan operasi secara berkala dan berharap kondisi cuaca membaik agar proses evakuasi dua korban tersisa dapat segera membuahkan hasil.**


Source : Hms Basarnas Palu 


Lebih baru Lebih lama