PT CPM Minta Penundaan RDP, Anggota DPRD Sulteng Musliman: Bukan Menolak, Hanya Benturan Jadwal


CAPTION : Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. H. Musliman, M.M/F-Doc DPRD Sulteng.


SAMBAR.ID, Palu, Sulteng – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. H. Musliman, M.M., memberikan klarifikasi terkait absennya PT Citra Palu Minerals (CPM) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dijadwalkan belum lama ini.


Musliman menegaskan bahwa pihak perusahaan tidak bermaksud menolak undangan dewan. Berdasarkan surat resmi yang diterima oleh Sekretariat DPRD Sulteng, PT CPM mengajukan permohonan untuk menunda pertemuan tersebut. 


Pihak perusahaan meminta tenggang waktu agar RDP dapat dilaksanakan kembali pada 9 Februari 2026 mendatang.


"PT CPM bukan menolak hadir, tetapi berdasarkan surat yang masuk, mereka meminta waktu diundur hingga tanggal 9 Februari," ujar Musliman saat memberikan keterangan kepada media, Rabu sore (04/2/2026). Meskipun demikian, jadwal yang diusulkan pihak perusahaan belum tentu bisa langsung dilaksanakan. 


Pasalnya, saat ini seluruh anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah sedang melaksanakan agenda luar kantor yang cukup padat, yakni kunjungan ke Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing dalam rangka Koordinasi Komunikasi (Korkom) dan Reses.


"Saat ini semua anggota dewan sedang turun ke Dapil untuk menyerap aspirasi masyarakat. Jadi, setelah tugas Reses dan Korkom selesai, baru kita jadwalkan kembali untuk kelanjutan RDP tersebut," tambah legislator dari Partai Golkar tersebut.


Musliman, yang mewakili Dapil VII (Kabupaten Donggala dan Sigi), merupakan anggota Komisi III yang membidangi sektor pembangunan. Selama menjabat pada periode 2024-2029.


Ia dikenal vokal dalam mengawal pembangunan infrastruktur dan memastikan aktivitas industri di Sulawesi Tengah berjalan sesuai regulasi serta berpihak pada kepentingan rakyat.


Persoalan yang akan dibahas dalam RDP mendatang diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi masyarakat, mengingat peran Komisi III dalam mengawasi sektor-sektor strategis di wilayah Sulawesi Tengah.**/Tim


Lebih baru Lebih lama