Nasib Ribuan PPPK-PW di Rohil : Bukan Sejahtera Tapi Merana, Tagih Janji Lisan Pemda Terkait THR / Hak Setara

Sambar.id, Rokan Hilir - Pada Hari Minggu Tanggal 15 Maret 2026 Biro Redaksi Rohil Kembali Berikan Informasi Publik " Muncul Persoalan Baru di Suasana Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H  Seharusnya disambut dengan penuh sukacita, Namun Menjelma Jadi Awan Mendung yang Begitu Gelap Bagi Ribuan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Kian Meratap Ketidak pastian.


"Tinggal menghitung hari menuju Hari Raya Idul Fitri 1447 H sebanyak 2.467 pegawai kini berada dalam ketidakpastian setelah janji manis dari pemkab rohil terkait Tunjangan Hari Raya (THR) Gaji ke-13 dan gaji dua bulan, tak kunjung menemui titik terang.


Dengan Kekecewaan  tersebut datang bermula dari memori kolektif para pegawai saat penyerahan SK Pengangkatan pada tanggal 24 Desember 2025 tahun lalu,di halaman kantor BPKAD kota bagan siapi-api.


Saat itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Rohil secara terbuka memberikan jaminan bahwa PPPK Paruh Waktu akan mendapatkan hak tunjangan yang setara .


”Pada saat pembagian SK, Sekda dengan percaya diri  memastikan " kami akan mendapatkan THR dan Gaji 13, tapi nyatanya sampai detik ini diam /bungkam seribu bahasa. kami merasa hanya diberi harapan hampa,” ujar salah satu perwakilan PPPK Paruh Waktu dengan penuh nada kecewa.

Selain persoalan THR yang belum jelas, sampai saat ini kami dari para pegawai paruh waktu " juga nampaknya harus berhadapan dengan kenyataan pahit yang mendalam terkait besaran gaji.


"Dikarenakan dari yang dinyatakan akan mendapat hak yang setara" mendapatkan kesejahteraan lebih baik setelah menyandang status PPPK, eh Alih alih pendapatan justru merosot tajam. "


Sebelum menyandang PPPK: 


Pendapatan mencapai Rp1.500.000. namun setelah menyandang PPPK Paruh Waktu (Lulusan SMA): Gaji turun drastis hanya cuman Rp1.000.000.


Defisit: Penurunan drastis sebesar Rp500.000 di tengah lonjakan harga bahan pokok utama/pangan menjelang lebaran. " menjadi ratapan kesedihan dalam menjali kehidupan sehari-hari.


Tak hanya sampai di situ saja ,hak gaji untuk bulan Februari dan Maret aja pun, dilaporkan belum terbayarkan, menambah beban finansial yang kian semangkin mencekik dapur para abdi negara khusus di pemerintah daerah kabupaten rokan hilir ini.


Data Formasi: yang terdampak nasib ribuan keluarga kini bergantung pada kebijakan pemimpin Pemerintah daerah Kabupaten Rokan Hilir . adapun yang mengalami penderitaan tersebut "sebanyak 2.467 personil PPPK yang terdampak meliputi :


Tenaga Teknis: 1.659 Orang

Tenaga Kesehatan: 536 Orang

Tenaga Pendidikan: 272 Orang.


“Bungkam” menjadi otoritas terkait semakin memperkeruh suasana ,pada saat dikonfirmasi, Sekda Rohil, H. Fauzi Efrizal, hanya memberikan jawaban singkat dan mengarahkan konfirmasi ke pihak lain, hal tersebut dinilai pegawai sebagai bentuk buang badan.


”Kami tidak butuh kata-kata manis lagi, kami butuh tanggung jawab nyata sebelum hari kemenangan tiba , jangan biarkan lebaran tahun ini menjadi momen sejarah paling kelam di wilayah negeri seribu kubah kabupaten rokan hilir ini. 


"Karena kami sudah melakukan terbaik dan selalu setia melayani dan berbuat untuk pemerintah daerah Rokan Hilir ini ,” pungkas perwakilan pegawai P3K-PW.


Publik Mendesak Agar Pemkab Rohil Segera Realisasikan: 


Hak PPPK Paruh waktu janji lisan yang pernah diucapkan di depan publik , "saat penyerahan SK.


Mereka berharap dedikasi tenaga kesehatan yang menjaga  keselamatan nyawa manusia , Guru yang memberi dan mencerdaskan bangsa, dan tenaga teknis yang menggerakkan roda birokrasi tidak kenal lelah jangan mau diabaikan dan tidak dibalas dengan perjuangan dan pengabdiannya begitu saja . " Terlalu" ( dikutip dari Kubang tapu)


Laporan: Tim Jurnalis ((Legiman))

Lebih baru Lebih lama