SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Sejumlah pengurus, keluarga, dan yayasan menggelar rapat persiapan pelaksanaan Haul Habib Idrus bin Salim Al-Jufri pada Jumat (13/03/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai hal mulai dari persiapan teknis kegiatan, penguatan nilai dakwah dan pendidikan yang diwariskan pendiri Al-khairaat, hingga penegasan posisi keluarga dalam penyelenggaraan haul tahun ini.
Dalam rapat tersebut, Habib Idrus bin Ali Alhabsyi menekankan pentingnya menjaga niat dan akhlak dalam penyelenggaraan haul, terlebih kegiatan tersebut berlangsung pada bulan Ramadan. Ia mengingatkan agar tidak muncul fitnah, konflik, ataupun kepentingan lain yang dapat mencederai nilai spiritual dari kegiatan tersebut.
“Ini kurang bagus, ini kurang baik. Apalagi di bulan Ramadan, kita mau melakukan hal-hal fitnah seperti itu. Ini harus beristighfar, harus bertobat kita kepada Allah dengan sesuatu yang tidak baik,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sosok Habib Idrus bin Salim Al-Jufri meninggalkan teladan besar bagi umat, terutama dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Oleh Karena itu, menurutnya, kegiatan haul seharusnya menjadi momentum untuk meneladani perjuangan dan keikhlasan beliau.
“Habib Idrus dikenang karena perjuangannya mengajar, berdakwah, dan berjuang dengan ikhlas. Kisah hidup beliau menjadi inspirasi bagi banyak orang hingga saat ini,” ujarnya dalam rapat yang berlangsung pada Kamis sore tersebut.
Selain pembahasan nilai-nilai yang akan diangkat dalam kegiatan, rapat juga membicarakan sejumlah persiapan teknis. Habib Muchsen bin Ali Alhabsyi menyebutkan beberapa kebutuhan logistik telah disiapkan, termasuk hewan kurban dan konsumsi bagi para jamaah yang diperkirakan hadir dalam jumlah besar.
Dalam laporan awal, disebutkan sejumlah sapi telah dipersiapkan untuk kebutuhan konsumsi jamaah, sementara sekitar 70 ribu dos konsumsi juga telah disiapkan. Selain itu, dapur umum direncanakan kembali ditempatkan di area pondok seperti pada pelaksanaan haul sebelumnya.
Muchsen juga menegaskan bahwa relawan akan menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan haul selama ini banyak ditopang oleh partisipasi sukarela masyarakat.
Dalam rapat itu juga muncul pembahasan mengenai wacana pengusulan Habib Idrus bin Salim Al-Jufri sebagai pahlawan nasional. Ia menegaskan bahwa keluarga maupun pengikut ajaran Habib Idrus tidak pernah secara aktif meminta atau mengusulkan gelar tersebut.
Muchsen menilai pengakuan terhadap jasa seseorang seharusnya datang secara alami dari pemerintah dan masyarakat, bukan melalui permintaan.
“Kalau pemerintah memberikan penghargaan, tentu kita bersyukur. Tetapi tidak boleh kita meminta untuk dianggap sebagai pahlawan nasional,” katanya.
Sementara itu, dalam sesi wawancara, Habib Umar bin Idrus Alhabsyi menjelaskan bahwa pelaksanaan haul tahun ini akan dikelola oleh keluarga atau keturunan Habib Idrus melalui Yayasan Masjid Al-Khairaat, bukan lagi berada di bawah koordinasi organisasi sebelumnya.
“Tahun ini dilakukan oleh keluarga atau keturunan Habib Idrus melalui Yayasan Masjid Al-Khairaat, jadi bukan lagi dinaungi oleh PB, tetapi oleh Yayasan Masjid Al-Khairaat,” jelasnya.
Ia mengatakan, penunjukan yayasan tersebut tidak terlepas dari keberadaan makam Habib Idrus yang berada di kawasan Masjid Al-Khairaat, sehingga keluarga merasa memiliki tanggung jawab langsung dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kenapa Masjid Al-Khairaat? Karena kuburnya Habib Idrus itu di Masjid Al-Khairaat. Itulah yang membuat kami sebagai keluarga lebih merasa gembira dan bersemangat untuk melaksanakan kegiatan ini,” ungkapnya.
Umar menambahkan bahwa sejumlah nilai yang ingin ditonjolkan dalam kegiatan haul tahun ini adalah teladan akhlak, dakwah, pengabdian sosial, serta perjuangan Habib Idrus dalam membangun sistem pendidikan melalui jaringan madrasah dan pesantren.
“Fokus bagaimana membicarakan tentang akhlak Habib Idrus, bagaimana dakwahnya, sosialnya, perjuangannya, serta bagaimana beliau menata pendidikan yang begitu luar biasa. Itu yang ingin ditonjolkan kepada umat,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa esensi dari peringatan haul adalah menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.
“Bagaimana kita memberikan kemanfaat kepada masyarakat, memberikan sesuatu yang baik, memberikan akhlak yang baik serta pandangan-pandangan yang baik sehingga mereka pulang dengan kesan yang baik,” pungkasnya.
Umar juga menyinggung suasana dalam pelaksanaan haul yang menurutnya harus terasa menenangkan dan penuh keberkahan. Menurutnya, jika kegiatan dilaksanakan dengan niat yang benar serta berfokus pada teladan para ulama, masyarakat akan merasakan ketenangan saat menghadirinya.
“Setiap kita berbicara tentang hamba-hamba Allah yang dekat kepada-Nya, seharusnya suasananya teduh. Kalau yang kita rasakan justru panas dan membuat orang ingin meninggalkan tempat, berarti ada sesuatu yang masih kurang," pungkasnya.
Pelaksanaan Haul Habib Idrus bin Salim Al-Jufri tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang peringatan tahunan, tetapi juga menjadi ruang memperkuat kembali nilai-nilai dakwah, pendidikan, dan akhlak yang diwariskan sang ulama kepada masyarakat luas.***







.jpg)





