Sambar.id PEGUNUNGAN BINTANG, PAPUA — Sebuah pesawat milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilaporkan mengalami insiden saat hendak mendarat di Bandara Oksibil, Jumat pagi, 13 Maret 2026, sekitar pukul 08.30 waktu setempat.
Pesawat yang berangkat dari Jayapura menuju Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang, diketahui membawa pasukan TNI, perlengkapan militer, serta logistik yang diperuntukkan bagi kebutuhan operasional pasukan di wilayah tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun dari sumber di lapangan, insiden terjadi ketika pesawat memasuki area landasan dan hendak melakukan pendaratan. Saat proses tersebut berlangsung, pesawat dilaporkan tergelincir di landasan pacu.
Sejumlah saksi menyebutkan bahwa salah satu ban belakang pesawat diduga meledak sesaat sebelum atau ketika roda menyentuh landasan. Kondisi itu menyebabkan pesawat kehilangan keseimbangan dan keluar dari jalur pendaratan.
Peristiwa di Bandara Oksibil itu sempat menarik perhatian warga sekitar yang menyaksikan langsung kejadian tersebut dari area bandara dan permukiman di sekitarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Tentara Nasional Indonesia maupun otoritas penerbangan terkait kondisi awak pesawat dan seluruh penumpang di dalamnya, termasuk tingkat kerusakan yang dialami pesawat.
Insiden ini kembali menyoroti tingginya intensitas penerbangan militer menuju wilayah pegunungan di Papua, yang selama ini menjadi jalur distribusi personel dan logistik keamanan.
Di sisi lain, sebagian masyarakat Papua kerap memandang peristiwa-peristiwa seperti ini dalam konteks situasi keamanan yang masih sensitif. Sejumlah warga menilai peningkatan aktivitas militer di sejumlah wilayah konflik membawa dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sipil serta dinamika keamanan di tanah Papua.
Otoritas terkait diharapkan segera memberikan penjelasan resmi guna memastikan kondisi awak pesawat, penumpang, serta penyebab pasti insiden yang terjadi di Bandara Oksibil tersebut. (Kinaonak)






.jpg)





