Wa
Sambar.id Bulukumba – Upaya penanganan terhadap Ibu Hasna, warga Desa Tanah Lemo, Kecamatan Bontobahari, yang menderita penyakit kulit akhirnya mendapat respons cepat dari pemerintah setempat.
Setelah sebelumnya dilaporkan membutuhkan penanganan medis serius, pihak kecamatan bersama instansi terkait telah menyiapkan fasilitas ambulans untuk merujuk pasien ke rumah sakit.
“Iya, ambulans sudah siap menjemput dan rencana langsung dirujuk ke rumah sakit,” ungkap salah satu pihak yang terlibat dalam koordinasi.
Namun dalam perkembangan terbaru, upaya tersebut belum dapat direalisasikan karena Ibu Hasna menolak untuk dibawa ke rumah sakit.
“Saat ini ambulans sudah siap, tapi pasien menolak untuk dibawa ke RS. Sekarang beliau berada di Ara, di rumah anaknya,” ujar sumber yang sama.
Penolakan ini menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan medis, mengingat kondisi kesehatan pasien sebelumnya dilaporkan cukup memprihatinkan dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
🔎 Tinjauan Hukum dan Hak Pasien
Dalam perspektif hukum, kondisi ini juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, di mana:
Setiap orang berhak menentukan sendiri pelayanan kesehatan yang dibutuhkan
Pasien juga berhak menolak tindakan medis setelah mendapatkan penjelasan yang cukup
Namun di sisi lain, negara tetap memiliki kewajiban memastikan akses layanan kesehatan tersedia, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial.
⚖️ Dilema Kemanusiaan
Situasi ini menghadirkan dilema antara:
Hak pasien untuk menolak pengobatan, dan
Kewajiban pemerintah menyelamatkan warga
Dalam kondisi seperti ini, pendekatan persuasif melalui keluarga, tokoh masyarakat, maupun tenaga kesehatan sangat dibutuhkan agar pasien bersedia mendapatkan penanganan yang lebih layak.
🤝 Harapan Bersama
Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus melakukan pendekatan humanis kepada Ibu Hasna agar bersedia dirujuk ke rumah sakit demi keselamatan dan kesembuhannya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa penanganan kesehatan tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga tentang kepercayaan, pendekatan sosial, dan komunikasi yang baik kepada pasien.
penulis.Asm






.jpg)



